

inNalar.com – Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam berlimpah ruah yang bahkan tidak dimiliki oleh negara manapun di dunia.
Keanekaragaman yang terdapat di Indonesia baik secara alam budaya dan manusianya semua ini didapat dari letak geografis Indonesia.
Letak Geografis inilah yang mempunyai pengaruh besar terhadap kekayaan alam yang ada di Indonesia.
Namun, ada istilah yang berbunyi “semakin mempesona, maka akan semakin berbahaya,” istilah ini mungkin akan cocok untuk menggambarkan letak geografis negara ini.
Menurut Badan Pusat statistik daratan yang ada di Indonesia mencakup sekitar 1.916.906,77 km², sedangkan menurut World Meter di tahun 2023 ini Indonesia memiliki jumlah penduduk sebanyak 281.7733.447 jiwa.
Angka tersebut berhasil menempatkan Indonesia di posisi keempat sebagai negara dengan jumlah populasi terbanyak di dunia dengan wilayah yang begitu luas.
Indonesia sendiri sebagian besar wilayahnya terdiri dari dataran rendah, dataran tinggi, pantai dan terumbu karang.
Selain itu puncak tertinggi di negara ini berada di Gunung Jayawijaya Papua dengan ketinggian mencapai 4.884 meter
Segala jenis flora dan fauna pun sangat beragam dan tersebar di hutan yang luas, mulai dari ujung sabang hingga ujung merauke.
Negara ini juga memiliki lautan tropis yang mengelilingi garis pantai hingga sepanjang 80.000 kilometer.
Dilansir inNalar.com dari laman situs Kementerian Luar Negeri, Indonesia juga terletak di antara 2 benua dan 2 samudra yang dapat menjadi persimpangan lalu lintas dunia, baik lalu lintas melalui udara maupun laut.
Namun dari segala bentuk keindahan di Indonesia, letak negara ini juga dapat menjadi yang paling berbahaya.
Hal ini dapat dibuktikan jika dilihat secara tektonik, wilayah di negara ini sebenarnya mempunyai letak yang sangat tidak stabil.
Hal ini disebabkan karena lokasinya menjadi pertemuan dari beberapa lempeng tektonik seperti lempeng indo-australia, pasifik dan juga eurasia.
Selain itu Indonesia juga terletak di cincin api pasifik, sehingga memiliki banyak gunung berapi yang menurut Magma Indonesia terdapat sebanyak 127 gunung api aktif.
Hal tersebut berhasil membuat negara ini menduduki peringkat pertama dengan jumlah korban jiwa terbanyak dari total 127 gunung api tersebut.
Menurut data, gunung api aktif di Indonesia ini berjajar dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, kepulauan Banda di Maluku hingga ke timur laut Sulawesi dan Barat Kalimantan.
Sejarah mencatat beberapa letusan gunung api di Indonesia sangat dahsyat, dengan catatan yang paling mematikan ada pada Gunung Tambora yang meletus di tahun 1815 yang memakan korban jiwa mencapai 92.000.
Dari penyebab letusan Gunung Tambora tersebut hingga mampu menciptakan payung abu vulkanik yang menyebar dan menyelimuti sebagian besar Indonesia.
Tak hanya itu letusan tersebut sampai membuat sebagian besar belahan bumi utara mengalami tahun-tahun tanpa musim panas.
Selain itu diikuti letusan gunung Krakatau pada tahun 1883 yang memakan korban sekitar 36.417 jiwa, letusan Ini menghasilkan suara paling keras dalam catatan sejarah dan menyebabkan 36.000 kematian akibat letusan dan tsunami yang diakibatkannya.
Sementara itu 3 lempeng di Indonesia yakni lempeng indo-australia, pasifik dan juga eurasia juga mengakibatkan kerawanan gempa dengan berkekuatan rendah maupun tinggi.
Gempa yang terjadi pun sering kali diiringi dengan tsunami, dengan sejarah yang mencatat Tsunami di Aceh tahun 2004 menelan korban lebih dari 160.000 jiwa dengan tinggi gelombang mencapai 35 meter.
Tsunami Aceh ini bahkan sampai menjangkau daratan Sri Lanka dan Semenanjung India, lalu terdapat pula tsunami-tsunami yang diikuti beberapa daerah lainnya yang tertulis dalam catatan sejarah.
Namun bencana alam yang terjadi di Indonesia juga tidak selalu menyisakan kesengsaraan bagi masyarakatnya.
Seperti dampak dari letusan gunung yang mengeluarkan abu vulkanik, ini memberikan efek nyata yang sangat membantu perekonomian negara dan juga masyarakatnya.
Terutama di sektor pertanian Indonesia, abu vulkanik diketahui dapat membuat tanah yang subur, sehingga menghasilkan bahan pokok makanan yang sangat memakmurkan penduduk Indonesia.***