Heboh! dr Djaja Surya Atmadja Ungkap Jenazah Mirna Tak Punya Tanda dan Gejala Khas Keracunan Sianida

inNalar.com – Kasus keracunan kopi sianida Wayan Mirna oleh Jessica Kumala Wongso masih menjadi perdebatan masyarakat setelah tayangnya film Ice Cold.

Salah satu pihak yang turut terlibat dalam proses hukum tersebut, dr Djaja Surya Atmaja, sempat membantah kematian Mirna disebabkan oleh Sianida.

Dokter ahli forensik yang juga sempat dihadirkan dalam film dokumenter Ice Cold tersebut kekeuh menyatakan sianida bukanlah penyebab kematian Mirna.

Baca Juga: Perdana Tayang, Strong Girl Nam Soon Dikabarkan Akan Hadirkan Park Bo Young dan Park Hyung Sik Sebagai Cameo

Dilansir dari kanal YouTube dr. Richard Lee, dr Djaja Surya Atmaja mengatakan jika di jenazah Mirna tidak ada tanda ataupun gejala khas keracunan Sianida.

Menurut dr Djaja Surya Atmaja, setelah memeriksa jenazah Mirna, wajah dan semuanya berwarna biru, sedangkan seharusnya jika disebabkan oleh racun sianida akan berwarna merah terang.

Mekanisme kerja racun sianida saat masuk ke tubuh akan mengikat enzim pernapasan sehingga menjadi lumpuh dan tidak bisa menyebarkan oksigen.

Baca Juga: Testimoni Go-Intel, Disuruh Awasi Pacar, Driver Ojol Ini Malah Dapat Ending Ter-Plot Twist, Penasaran?

Hal tersebut akhirnya menjadikan tubuh memiliki kadar hbO2 yang tinggi dan seluruh tubuh menjadi merah terang.

Namun, jenazah Mirna tidak menunjukkan tanda tersebut karena tubuhnya berwarna biru bukan merah.

Selain itu, menurut dr Djaja, jika terdapat 1 mg/liter sianida saja akan tercium baunya.

Baca Juga: Letak Geografis di Indonesia Menjadi yang Terindah Sekaligus Juga Paling Mengerikan, Mengapa?

Sehingga seharusnya jika memang dalam kopi atau tubuh Mirna mengandung Sianida maka akan tercium baunya dan membuat mabuk.

Namun, dr Djaja sama sekali tidak mencium baunya bahkan ketika mencoba melakukan penekanan pada area lambung jenazah Mirna.

Sebagai seorang peneliti sianida selama kurang lebih 30 tahun, dr Djaja sudah sangat hafal dengan tanda-tanda kematian karena sianida.

Seluruh tubuh yang berwarna merah terang dan terciumnya bau sianida adalah tanda yang pasti ada jika memang keracunan sianida.

Meskipun bisa saja Mirna termasuk dalam kategori defisit yaitu 16% dari orang Indonesia yang tidak dapat mencium bau sianida, namun tetap saja akan terlihat tanda-tanda keracunan sianida.

Jika kopi yang diminumnya mengandung kadar sianida yang cukup untuk membuatnya meninggal, paling tidak sebelumnya akan ada reaksi mabuk yang dialami bukan hanya Mirna namun juga seluruh ruangan karena aroma sianida yang menguap dan menyebar.

Jadi, menurut dr Djaja, jika dibuktikan secara science, Mirna tidak meninggal karena sianida. ***

Rekomendasi