Habiskan Rp1,9 Triliun, Proyek Bendungan di Kupang NTT yang Dapat Aliri Lahan 310 ha Ini Sempat Kena Protes

inNalar.com – Pembangunan bendungan memang sangat digalakkan di masa pemerintahan sekarang ini.

Salah satunya adalah bendungan yang ada di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembangunan bendungan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat.

Baca Juga: Desa Terkecil di Indonesia ini Ada di Gresik Jawa Timur, Anggaran Dana Desa Hanya Rp600 Juta?

Proyek waduk ini sudah mulai dikerjakan sejak tahun 2019 silam dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2024 nanti.

Pembangunan bendungan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini dibagi ke dalam dua paket.

Paket I dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk – PT Adhi Karya (Persero) Tbk – PT Jaya Konstruksi (KSO) dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,023 triliun.

Baca Juga: Heboh! dr Djaja Surya Atmadja Ungkap Jenazah Mirna Tak Punya Tanda dan Gejala Khas Keracunan Sianida

Adapun paket II dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk – PT Ashfri Putralora – PT Minarta Dutahutama (KSO) dengan memiliki nilai kontrak sebesar Rp 905,2 miliar.

Nilai total yang dihabiskan untuk membuat infrastruktur sati ini adalah sekitar Rp 1,9 triliun.

Dilansir inNalar.com dari Kementerian PUPR, pembangunan dari bendungan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini sudah dilakukan sejak tahun 2019.

Baca Juga: Perdana Tayang, Strong Girl Nam Soon Dikabarkan Akan Hadirkan Park Bo Young dan Park Hyung Sik Sebagai Cameo

Waduk ini memiliki kapasitas tampung sekitar 28,20 juta meter kubik dan dapat mengaliri lahan pertanian seluas 310 hektare.

Selain itu, bendungan ini juga mampu untuk dimafaatkan sebagai sumber air baku sebesar 700 liter per detik untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Tidak hanya itu, infrastruktur satu ini juga bisa digfungsikan sebagai PLTMH dengan daya 0,13 Megawatt (MW) serta dapat mereduksi banjir sekitar 169,45 meter kubik per detik.

Adapun nama dari waduk ini adalah Bendungan Manikin yang ada di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meski tujuannya bagus, namun, pembangunan dari Bendungan Manikin ini bukan tanpa masalah.

Beberapa hambatan harus dihadapi untuk dapat menyelesaikan proyek bendungan satu ini.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah cuaca. Karena Indonesia memiliki dua musim, pembangunan di musim hujan juga harus memperhatikan drainase dapat berfungsi dengan baik.

Kendala lainnya adalah persoalan lahan. Beberapa warga Kecamatan Taebenu, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pernah beberapa kali memblokade pintu masuk waduk sebagai bentuk protes mereka.

Protes yang dilakukan pada Mei 2023 ini merupakan wujud kekecewaan warga kepada pemerintah karena biaya ganti rugi lahan masih belum juga terealisasikan.***

 

Rekomendasi