

InNalar.com – Akhir akhir ini Kota Semarang menjadi perbincangan, karena cuaca panas yang terik.
Pada perkiraan cuaca BMKG, tanggal 8 Oktober 2023 sekitar pukul 13.00 WIB. Cuaca panas Semarang mencapai 37 derajat Celcius.
Selain itu, cuaca panas yang terjadi di berbagai daerah Indonesia termasuk Semarang dipicu karena beberapa hal.
Baca Juga: Suka Mendengarkan Musik Klasik? Penelitian Ungkap Mendengar Orkestra Bisa Menjadi Terapi Tubuh
Menurut BMKG, penyebabnya antara lain seperti jumlah awan yang minim di siang hari. Kemudian, adanya pergerakan letak semu matahari menuju selatan ekuator.
BMKG sendiri memprediksi cuaca panas masih bisa berlangsung hingga akhir Oktober 2023 nanti.
Himbauan untuk menjaga stamina tubuh dan cairan pada periode ini juga terus menerus diberikan oleh BMKG kepada masyarakat.
Baca Juga: Harganya Bisa Rp300 Juta Perkilogram, Ini Penampakan Rempah Termahal di Dunia, Tertarik Membeli?
Cuaca panas sendiri bisa memberikan dampak yang buruk kepada tubuh. Khususnya bagi mereka yang beraktifitas di luat dan memiliki kulit sensitif.
Adapun dampak ataupun bahaya yang bisa terjadi ialah sebagai berikut:
1. Permasalahan Kulit
Akibat cuaca panas yang tinggi, bisa menyebabkan berbagai permasalahan kulit karena kadar sinar ultraviolet yang tinggi.
Baca Juga: Bak di Jepang, Taman Bunga di Semarang Jawa Tengah Ini Sajikan Sensasi Liburan di Negeri Dongeng
Adapun kadar sinar ultraviolet sendiri salah satunya dipengaruhi oleh tutupan awan. Semakin besar jumlah awan, berarti semakin kecil kadar ultraviolet. Begitu juga sebaliknya.
Sinar ultraviolet sendiri bermanfaat untuk tubuh sebagai asupan vitamin D. Tetapi jika terpapar berlebihan, akan beresiko terkena masalah.
Di antara masalah kulit tersebut seperti, penuaan dini, Melasma, Kulit menghitam, kulit terbakar, dan lain sebagainya.
Oleh sebab itu, dalam keadaan cuaca panas disarankan untuk menggunakan tabir surya, pelembap, mengurangi aktifitas di luar ruangan.
2. Dehidrasi
Kondisi cuaca panas bisa membuat orang dehidrasi. Hal ini disebabkan oleh paparan sinar matahari berlebih dan kurangnya konsumsi cairan.
Sehingga membuat tubuh kehilangan kandungan garam dan air, seperti kalium dan natrium.
Meski demikian, dehidrasi bisa dicegah dengan memperbanyak konsumsi air putih, terutama bagi orang yang sering beraktifitas di bawah sinar matahari.
3. Heatstroke
Cuaca panas ekstrem bisa menyebabkan heatstroke atau serangan panas, yang bisa berakibat fatal.
Kondisi ini merupakan situasi darurat dan bisa mengancam keselamatan jiwa seseorang. Pasalnya, pada kondisi ini seseorang tidak bisa mengeluarkan keringat.
Keringat di sini berfungsi untuk menurunkan suhu tubuh itu sendiri. keringat di sini ibarat seperti pendingin.
Jika pendingin dalam tubuh ini rusak memungkinkan suhu panas menumpuk di dalamnya.
Sama halnya dengan dehidrasi, untu mencegah heatstroke yang terjadi saat cuaca panas. Disarankan untuk menggunakan pakaian yang ringan dan minum air yang banyak. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi