

inNalar.com – Proyek pembangunan penyediaan air bersih yang terletak di Maluku diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat yang ada disana.
Adanya pembangunan untuk penyediaan air bersih yang terletak di Maluku tersebut difungsikan untuk penyaluran air bersih yang ada disana.
Mengingat air bersih sangatlah penting untuk kebutuhan makhluk hidup salah satunya di Maluku.
Baca Juga: Event MotoGP 2023 Akan Segera Digelar Pertengahan Oktober di Mandalika, Intip Harga Tiketnya
Proyek penyedian air bersih di Maluku tersebut berada di Kecamatan Pulau Haruka, diketahui terdapat permasalahan yang terjadi.
Saat adanya pengecekan langsung ke lapangan terdapat fungsi yang tidak tidak dapat digunakan, sehingga hal tersebut sia-sia sebab tidak dapat digunakan.
Diketahui bahwa adanya 2 titik yang membuat air tidak dapat mengalir dengan semestinya sehingga memerlukan adanya pembenahan.
Kontraktor yang bertanggung jawab atas proyek penyediaan air bersih tersebut dilakukan oleh rekan kerja dari Dinas PUPR Maluku.
Pengerjaannya dilakukan oleh PT KJAC, dari adnaya ketidak berfungsian titik penyaluran air yang menyebabkan kendala dilakukan pemanggilan.
Sebuah pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih tersebut dibagi menjadi tiga bagian.
Baca Juga: Pendidikan di Kelas Membosankan? Ice Breaking Bisa Jadi Solusi Hidupkan Suasana Belajar Bagi Siswa
Pertama pembangunan pada bidang SDA nilai anggaran Rp 200 miliar, selanjutnya pembangunan pada bidang Bina Marga nilainya Rp 300 miliar serta Cipta Karya Rp 200 miliar.
Kucuran anggaran yang digunakan untuk kerampungan pengerjaan dari proyek penyedia air bersih yang berada di Maluku menggunakan anggaran pada tahun 2020.
Dana yang digunakan untuk proses pengerjaan sebuah proyek penyedia air bersih tersebut bersumber dari dana pinjaman.
Total anggran yang telah digelontorkan untuk pengerjaan proyek penyedia air bersih tersebut nominalnya sebesar Rp 12,4 miliar.
Dilansir dari Antara jumlah keseluruhan dana pinjaman Pemerintah Provinsi Maluku yang berasal dari PT. Sarana Multi Infrastruktur bernilai Rp 700 miliar.
Anggaran tersebut dipinjam untuk pemulihan perekonomian saat masa Pandemi Covid-19 yang telah melanda hingga membuat lockdown.***