

inNalar.com – Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan memiliki ketinggian 1.892 mdpl.
Pegunungan Meratus berada di kawasan tenggara Pulau Kalimantan yang membelah Provinsi Kalimantan Selatan menjadi dua bagian.
Titik tertinggi dari Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan adalah Gunung Halau-Halau dengan ketinggian 1.901 mdpl.
Jika ingin mendaki sampai ke puncak Gunung Halau-Halau, maka harus berhati-hati dan mempersiapkan segala kebutuhan dengan matang.
Hal ini dikarenakan gunung di Kalimantan berbeda dengan gunung-gunung yang ada di Jawa.
Para pendaki harus melewati kawasan yang sebagian besar merupakan hutan belantara yang jarang dilalui oleh warga.
Pendakian akan membutuhkan waktu lebih dari 3 hari untuk sampai puncak dengan melewati beberapa pos, yang dimulai dari Kampung Kiyu.
Sudah jadi rahasia umum jika Gunung Halau-Halau dari pusat titik tertinggi di Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan, terkenal akan kisah misteri.
Salah satu kisah misteri tersebut adalah Pohon Kariwaya yang diduga sebagai pohon keramat.
Pohon yang bentuknya mirip seperti pohon beringin ini memiliki bentuk batang pohon yang unik, yaitu berlubang besar.
Lubang besar yang ada di batang pohon dengan di sisi kiri dan kanannya ditumbuhi oleh semak yang rimbun itu, ternyata bisa dilewati oleh manusia.
Bagi masyarakat Dayak Meratus, pohon yang sangat mereka keramatkan ini, diyakini sebagai tempat tinggal berbagai makhluk tak kasat mata.
Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan membentang sepanjang 600 kilometer dengan melewati delapan kabupaten di Kalimantan Selatan.
Delapan kabupaten tersebut adalah Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tanah Bumbu, Tabalong, Tanah Laut, Banjar, dan Tapin.
Melansir dari Portal Informasi Indonesia, Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan merupakan sebuah hamparan ofiolit yang tertua di Indonesia.
Hamparan pegunungan ini terdiri dari dari susunan bebatuan seperti ultramafik, melange, malihan, dan terobosan (batuan beku).
Jika diperjelas, maka pegunungan ini telah terbentuk sejak zaman Paleogen yakni sudah ada sejak 150-200 juta tahun silam. ***