Jadi Tuan Rumah KTT AIS FORUM 2023, Bali Punya Keunikan Pada Bangunan, Berikut Sejarah dan Filosofinya

inNalar.com – Akan ada pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023 di Kabupaten Badung, Bali yang penuh sejarah. 

Merupakan kerjasama antar negara pulau dan kepulauan dunia dengan tujuan memperkuat kolaborasi dalam mengatasi permasalahan global. 

Terutama pembangunan kelautan yang merupakan hasil dari keputusan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut.

Baca Juga: Ong Seong Wu Pemain Strong Girl Nam Soon, Jebolan Idol Produce 101 Kini Sukses Jadi Aktor, Simak Profilnya!

Dalam permasalahan global terdapat empat area utama yaitu mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi biru, penanganan sampah plastik di laut serta penataan maritim. 

Acara KTT AIS Forum ini dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Centre pada 10-11 Oktober 2023.

Menjadi pertemuan yang pertama dengan mengundang semua negara partisipan AIS Forum pada tingkat kepala negara/pemerintah.

Baca Juga: Strategi Misterius Pasukan Vietnam: Jebakan-Jebakan Mematikan yang Mengejutkan Pasukan Amerika

Akan ada pergelaran side events dimulai pada Jumat 6 Oktober 2023 terdiri dari, AIS Youth Conference, AIS Research & Development Conference, AIS Startup Blue Business Summit dan AIS Blue Economy High Level Dialogue.

KTT ini termasuk dalam program kerjasama yang dilakukan oleh AIS Forum dengan dukungan aktivitas kepemudaan, penelitian dan pengembangan, kewirausahaan, kemitraan dan kerjasama antar negara sampai peningkatan awareness isu-isu global. 

Selain menjadi tempat KTT AIS Forum berlangsung Bali juga mempunyai keunikan pada bangungannya yang memiliki sejarah dan filosofi tersendiri.

Baca Juga: Megaproyek IKN Kalimantan Timur Bakal Bebaskan Pajak WNA Selama 120 Tahun, Cek Faktanya!

Bangunan di Bali rata-rata mempunyai gapura yang terletak didepan rumah, perbatasan daerah bahkan di fasilitas umum 

Menjadi keunikan arsitektur tradisional budaya di Bali yang ternyata mengandung filosofi dan sejarah serta kepercayaan yang diyakini sampai saat ini. 

Pada KTT ini juga tampak gapura Bali, gapura itu bernama Gapura Candi Bentar yang digunakan sebagai acuan pada Asta Kosala Kosali. 

Konsep yang dikenal dengan nama Tri Hita Karana berarti tiga penyebab keharmonisan dengan menjaga keharmonisan antara sesama manusia, Tuhan sampai lingkungan.

Berfungsi menjadi pemisah antara area tempat suci juga bisa menjadi pelindung penghuni rumah dengan ukiran yang dipercaya dapat melindungi orang didalamnya. 

Juga sebagai penyambut rezeki dengan kesan bentuk gapura yang kokoh serta dipercayai sebagai rasa syukur kepada Tuhan dan diharapkan memperlancar rezeki.

Itulah makna dan sejarah bangunan di Bali sebagai lokasi KTT 2023.***  

 

Rekomendasi