

inNalar.com – Hari ini dunia sedang terkejut atas keberanian Hamas serang Israel. Pasalnya, penyerangan itu seperti mendadak, tanpa aba-aba saat Simchat Torah.
Atas kejadian itu, Benjamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri Israel berniat untuk membalaskan dendam, atas yang dilakukan Hemas.
Sebagai perlawanan, Netanyahu juga telah memanggil ratusan ribu cadangan pasukan Israel. Bahkan, menyatakan diri untuk berperang dan akan memenangkannya.Baca Juga: To Do List Aja Gak Cukup! Intip 4 Cara Efektif Mengatur Waktu, Bikin Pekerjaan Kamu Lebih Berkualitas!
Di sisi lain, Ia merasa saat ini negaranya akan melewati situasi pertarungan yang panjang dan menyulitkan.
Adapun, serangan pertama dilakukan Hamas pada pukul 04.30 GMT. Kelompok Islam ini mulai menembakkan roket dengan jumlah 5.000. Tetapi, ada yang menyebut 2.500.
Bahkan, pada situasi tersebut dilaporkan 1 orang perempuan meninggal dunia, karena terkena roket.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Kamu Lihat Menunjukkan Karaktermu! Percaya Diri atau Bijaksana?
Penyerangan menggunakan roket tersebut dinilai sebagai taktik Hamas untuk memasuki wilayah lawan.
Saat serangan pertama berlangsung, sebagian pejuang tersebut berusaha menerobos wilayah perbatasan lawan, ada yang memakai perahu motor, parasut, dan sepeda motor.
Para pejuang Hamas akhirnya bisa menembus pangkalan militer Israel yang ada di Erez, Zikim, dan daerah Raim.
Selain ketiga wilayah itu, kelompok Hamas juga mulai menyerang daerah Sderot. Para warga Israel mulai berlindung dari serangan bom, menggunakan tempat khusus.
Tidak bisa dipungkiri, pertarungan tersebut telah membuat ribuan korban luka-luka, dan ratusan orang meninggal dunia.
Aksi Hamas Serang Israel ini tentu menarik perhatian negara-negara dunia. Misalnya, pihak Kementrian Luar Negeri Indonesia, yang meminta aksi kekerasan untuk segera dihentikan.
Selaras dengan Indonesia, Presiden Turki Tayyip Erdogan meminta semua pihak, baik Hemas maupun Israel menahan diri.
Pasukan Hamas sendiri menyerang Israel saat Hari Raya Simchat Torah. Suatu Perayaan keagamaan untuk menandai siklus berakhirnya pembacaan Taurat.
Pada Perayaan Simchat Torah, gulungan taurat dikeluarkan dari Tabut dan kemudian dibawa melewati Sinagoga, sebanyak 7 kali.
Oleh sebab itu, perayaan Simchat Torah ini menjadi penting bagi orang-orang Yahudi, khususnya di Israel. Karena prosesi perayaan itu dilalui dengan kegembiraan.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi