

inNalar.com – Hamas kembali lancarkan roket berjumlah ribuan ke Tel Aviv (Israel) dan Yerusalem guna memulai operasi Badai Al Aqsa dalam merebut kembali tanah yang sudah direbut.
Konflik yang sudah terjadi berpuluh-puluh tahun kembali meletup usai Hamas lancarkan serangan bertubi-tubi ke Israel.
Serangan terjadi pada hari Sabtu kemarin. Melansir dari Reuters, dibantu dengan Hizbullah, Hamas meluncurkan serangan ke Israel dikabarkan korban meninggal semakin bertambah.
Diketahui Hizbullah Lebanon membantu Hamas dalam penyerangan tersebut. Mereka menembakkan roket ke Israel.
Pada hari minggu pagi, roket yang diluncurkan mengenai titik vital dari pertahanan tentara Israel. Penyerangan dilakukan saat fajar, sehingga sangat mengejutkan pihak Israel.
Serangan yang berlangsung ke Israel hingga hari ini tersebut telah memicu berbagai respon dari seluruh pihak, terutama PBB, AS, Rusia, dan beberapa negara Jazirah Arab.
Serangan yang diluncurkan Hamas kepada Israel, telah menimbulkan banyak korban, beberapa di antaranya adalah warga sipil. Hal ini diungkapkan oleh Tor Wennesland, selaku utusan perdamaian PBB untuk Timur Tengah.
“Serangan Hamas begitu berdampak bagi warga Sipil, padahal warga sipil tidak boleh menjadi target serangan ketika peperangan berlangsung,” terang Komisaris Tinggi PBB (Volker Tuerk) untuk HAM mendukung Israel.
Pernyataan kontroversial dari negara Amerika diwakili oleh Presiden Joe Biden menanggapi serangan Hamas terhadap Israel.
Joe Biden mengatakan bahwa dirinya dan Amerika akan mendukung Israel sekuat tenaga serta memberikan penawaran yang tepat guna menyerang balik.
Negeri Jazirah Arab Iran juga turut melayangkan komentar terhadap serangan Hamas tersebut terhadap Israel.
“Kami Bersama warga Palestina dan Yerusalem terkait peperangan ini. Kami mendukung penuh perjuangan yang dimulai oleh warga Palestina hingga pembebasan berlaku,” ujar Yahya Rahim Safavi mengutip pernyataan Khamenei salah satu penasihat Pemimpin Iran.
Ditayangkan dalam media Iran, anggota parlemen Iran berdiri dan secara serentak dan mengatakan ‘Musnahlah Israel’.
Para pendekar Hizbullah dari Lebanon yang juga ikut andil dalam serangan terhadap Israel yang dilakukan pagi ini juga turut berkomentar.
Pihaknya mengatakan bahwa sudah melakukan kontak dengan Hamas terkait penyerangan terhadap Israel. Hal ini menunjukkan perlawanan terhadap apa yang telah dilakukan Israel.
Berusaha menjadi penengah, negara Rusia yang diwakili Kementerian Luar Negerinya juga memberikan pendapatnya tentang serangan Hamas terhadap Israel.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam menangani konfllik yang semakin berlarut. Bantuan negoisasi dari masyarakat Internasional akan menyelesaikan proses damai,” terang Zakharova selaku Kemenlu Rusia.***