

inNalar.com – Proyek pembangunan bandara baru di NTB ternyata mengundang perhatian publik.
Sebab, pembangunan bandara baru di NTB tersebut bukan dibangun oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Kabarnya, pembangunan bandara baru di NTB tersebut dibangun oleh seorang pemilik salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia.
Rencananya, pembangunan bandara baru di NTB tersebut akan ditempatkan di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat.
Awalnya, diketahui bahwa pembangunan bandara baru di NTB tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan pertambangan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
Bandara khusus yang dibangun itu diharapkan mampu memperpendek rentang kendali menuju ke Sumbawa Barat.
Namun, seiring perkembangan proyek bandara tersebut, akhirnya ditetapkan sebagai landasan penerbangan komersial secara umum.
Akhirnya, dari sinilah diputuskan untuk menggarap proyek bandara di NTB tersebut dengan berstandar bandara-bandara pada umumnya.
Mulai dari landasan pacunya, yang akhirnya diperpanjang menjadi 2.100 meter, dan yang lainnya.
Diketahui, bahwasannya proyek bandara baru di NTB tersebut, mulai dibangun oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) pada tahun 2022 lalu.
Harapannya, proyek senilai Rp390 miliar tersebut akan segera diselesaikan pada bulan November 2023 mendatang.
Melansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, diketahui nama dari bandara baru di NTB tersebut adalah Bandara Kiantar.
Nama dari bandara baru di NTB tersebut memang diambilkan dari nama desa setempat, lokasi dibangunnya bandara.
Selain untuk memenuhi kebutuhan pertambangan di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, bandara baru tersebut juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat setempat.
Itulah informasi mengenai proyek bandara baru di NTB yang dibangun oleh sultan tambang emas dengan anggaran Rp390 miliar.***