

inNalar.com – Bendungan Keureuto ditargetkan selesai pada tahun 2023 ini yang menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) tanah air.
Bendungan Keureuto berlokasi di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Proyek Bendungan Keureuto sendiri sudah dijalankan sejak tahun 2015.
Adapun biaya APBN yang digunakan sebesar Rp2,68 triliun dengan pelaksanaan pembangunan secara bertahap.
Dilansir dari laman Kementerian PUPR, proyek tersebut akan memiliki kapasitas tampung hingga 215,94 juta/m3.
Lantas, seperti apa fakta menarik dari pembangunan bendungan tersebut?
Baca Juga: Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan Ultimatum Amerika Agar Tak Ikut Campur Perang Israel-Palestina
Tercatat sebagai Bendungan Terbesar di Sumatera
Bendungan Keureuto tercatat menjadi yang paling besar di Sumatera Utara dengan pembangunan oleh Kementerian PUPR.
Tujuan pembangunannya yaitu sebagai upaya untuk mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan khususnya di Provinsi Aceh.
Bangunan tersebut juga akan menyediakan air baku berkapasitas 0,5 m3 per detik. Kehadirannya juga dapat berguna sebagai PLTA dengan kapasitas mencapai 6,34 MW.
Baca Juga: Bantu Lawan Hamas, AS Kirim Pesawat Tempur dan Kapal Induk Militer untuk Lindungi Warga Israel
Fungsi Utama Sebagai Penyedia Irigasi
Bendungan yang terletak di Kabupaten Aceh Utara ini akan difungsikan untuk menyediakan air irigasi.
Adapun lahan yang akan mendapatkan pengairan sekitar 9.420 ha.
Yakni terdiri dari intensifikasi Daerah Irigasi (DI) Alue Ubay 2.743 ha serta ekstensifikasi DI Pasee Kanan seluas 6.677 ha.
Dengan begitu, para petani di sekitarnya tidak hanya bisa mengandalkan air hujan saja.
Akan tetapi, juga dapat terpenuhi melalui fungsi irigasi tersebut sehingga intensitas tanam semakin meningkat.
Efektif untuk Mencegah Banjir
Proyek ini juga dirancang untuk menyediakan daya tampung khusus banjir mencapai 30,39 juta m3 atau setara dengan 501,49 m3/detik.
Kehadirannya juga disebut mampu mengurangi debit banjir hingga periode 50 tahun di Kabupaten Aceh Utara.***