

InNalar.com – Puluhan tawanan serang teror kelompok yang belum pernah terjadi.
Kejadian ini menyebabkan banyak terdapat korban jiwa, dan menewaskan 700 warga Israel, serta 400 warga Palestina.
Atas terjadinya kejadian ini, pejabat hamas telah berhasil membawa lebih dari 100 tawanan dari Israel ke Gaza.
Sementara kelompok para militer lain Palestina lainnya menganggap kalau memiliki 30 tawanan Israel yang terdiri dari wanita, anak-anak, hingga orang tua.
Kelompok yang menahan lebih dari 100 orang tersebut, diantaranya terdapat kalangan tentara Israel dan warga sipil.
Diantara mereka, lalu dibawa ke pos pemeriksaan ke Gaza. Para tawanan tersebut tidak akan dipulangkan “hingga semua tahanan kami dibebaskan” Ujar Pemimpin Warga Palestina yang berapa di penjara Israel.
Ternyata, seorang militan Palestina juga menyandera wanita asal Israel usai serbu pesta dansa dekat pemukiman Re’im.
Beberapa orang yang ditawan dan menewaskan sebanyak 260 orang.
Pada tayangan yang diunggah dalam media sosial menunjukkan potret pasangan yang menghadiri festival. Diduga Avinatan Ordan Noa Argamani berhasil ditangkap oleh orang-orang bersenjata.
Baca Juga: UPDATE! Israel Luncurkan Serangan Balasan Usai Dibombardir Hamas, Total Kematian Mencapai 1.100 Jiwa
Sementara, Or dibawa pergi dengan berjalan kaki, sedangkan Noa Argamani dibawa oleh dua pria dengan sepeda motor.
“Sepanjang hidup saya sejak lahir, saya sudah melakukan yang terbaik untuk melindungi dan memeluknya serta mendukungnya dan mencintainya,” ujar ayah Argamani ketika diwawancarai dengan TV Israel yang dikutip dalam tulisan ABC NEWS.
Seorang Ibu asal Jerman juga meminta bantuan udai informasi dalam video yang beredar untuk menunjukkan putrinya disandera di Gaza.
Rupanya, Ibu tersebut meminta bantauan setelah saudaranya disandera disana. Ternyata dirinya menerima kiriman video yang menunjukkan bahwa anaknya sedang disandera dan berada di dalam mobil.
Ketika disandra, putri dari Ibu Jerman ini tidak sadarkan diri. dan perjalanan menuju ke jalur Gaza.
Tidak hanya itu, negara asing juga sudah melaporkan warga negara tewas karena diculik dan hilang dalam pertempuran.
Negara asing tersebut adalah Brazil, Inggris, Perancis, Jerman, Irlandia, Meksiko, Thailand. Ukraina, dan Amerika Serikat.***