Capai 700 Orang, Jumlah Korban Tewas Israel Lampaui Angka Gugur di Gaza Palestina, Pertama Kali dalam Sejarah!

inNalar.com – Aksi saling serang antara tentara militer Israel dengan militan Palestina, yakni Hamas menyebabkan korban jiwa terus meningkat sejak Sabtu, 7 Oktober 2023.

Terdapat update terbaru jumlah korban dari pihak Israel maupun Palestina di Jalur Gaza per Senin, 9 Oktober 2023 pukul 00.02 waktu setempat.

Berdasarkan catatan update jumlah korban tewas dari pihak Israel disebut pertama kalinya dalam sejarah lampaui angka kematian di Gaza, Palestina.

Baca Juga: Pengungsi Membludak! 74 Ribu Warga Palestina Mengungsi Buntut dari Serangan Panas Israel-Hamas di Gaza

Sebagai infomasi, korban jiwa dari kedua belah pihak tidak hanya berasal dari pihak pejuang Hamas maupun tentara militer.

Kalangan anak-anak, wanita, dan orang tua turut menjadi korban jiwa dalam aksi saling serang Israel dalam Operasi Bedang Besi maupun Hamas dalam Operasi Thaufan Al-Aqsa.

Dilansir dari laman Hepress, total korban tewas dari pihak Israel terkini mencapai lebih dari 700 jiwa.

Baca Juga: Update: Ribuan Orang Tewas di Pihak Hamas dan Israel, Ada Kalangan Warga Sipil dan Tentara Militan

Adapun laporan jumlah korban luka-luka dari pihaknya tercatat totalnya mencapai 2.150 orang.

Sementara korban tewas dari pihak Palestina di Jalur Gaza terbaru jumlahnya mencapai 424 jiwa.

Adapun total korban luka-luka dari pihaknya melampaui jumlah korban dari pihak zionis, yakni mencapai 2.300 orang.

Baca Juga: 8 Orang Mati Syahid dalam Serangan Israel ke Sebuah Masjid di Jalur Gaza Palestina, Apa Target Selanjutnya?

Terdapat pula informasi bahwa 750 warga Israel dilaporkan masih berstatus hilang dan belum teridentifikasi oleh pihak Pemerintah.

Berbagai dukungan dan respon dari negara Arab pun bermunculan dari sejumlah negara seperti Arab Saudi, Iran, Qatar, Uni Emirat Arab, Tunisia, dan yang lainnya.

Sebagian negara Arab menyatakan dukungannya tanpa syarat kepada Hamas, palestina dan sebagiannya lagi menyerukan untuk tenang dan menahan diri bagi kedua belah pihak.

Para menteri luar negeri dari pihak Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir dan Maroko, serta Sekretaris Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mempertimbangkan adanya tindakan internasional.

Hal ini dilakukan guna mengakhiri tindakan kekerasan yang menyebabkan jumlah korban yang terus berjatuhan hingga hari ini.

Sementara dilansir dari akun Twitter resmi Prime Minister of Israel diungkap bahwa sejumlah negara dari Eropa dan Amerika Serikat menyatakan dukungannya.

Negara yang menyatakan dukungannya kepada pihaknya meliputi Jerman, Italia, Ukraina, Inggris, dan Amerika Serikat.

Adapun mengenai catatan jumlah korban dari pihak Gaza, Palestina maupun Israel diprediksi masih terus meningkat.***

Rekomendasi