

inNalar.com – Pejuang dari kelompok Islam Hamas membunuh 700 warga Israel dan menculik puluhan lainnya.
Hal tersebut dilakukan oleh para militan Hamas ketika mereka menyerang kota-kota di Israel pada hari Sabtu.
Serangan tersebut yang paling mematikan ke wilayah Israel sejak serangan Mesir dan Suriah dalam perang Yom Kippur 50 tahun lalu.
Sebagai balasan, serangan udara Israel menghantam blok perumahan, terowongan, masjid, dan rumah pejabat Hamas di Gaza pada hari minggu.
Dari serangan Israel tersebut mengakibatkan tewasnya 400 orang dan 20 diantaranya adalah anak-anak.
Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan negaranya telah mengerahkan 100.000 tentara.
Baca Juga: BREAKING NEWS, Israel Serang Masjid Al Qarbi di Kem Al Shati, Gaza
Kekerasan tersebut tentunya memicu volatilitas di pasar global pada hari senin, 9 Oktober 2023.
Terdapat kekhawatiran tentang kemungkinan gangguan pasokan dari Iran yang membantu mendorong minyak mentah Brent naik hingga USD 4,18 atau 4,94 persen menjadi USD 88,76 per barel.
Sebagai informasi, Iran merupakan sekutu Hamas dan meski mengucapkan selamat kepada Hamas atas tersebut, misinya di PBB bahwa tidak terlibat dalam serangan tersebut.
Bahkan, akibat serangan tersebut beberapa maskapai penerbangan Internasioanal telah menangguhkan layanan penerbangan dengan Tel Aviv.
Beberapa maskapai tersebut menunggu kondisi peperangan membaik sebelum memutuskan untuk melanjutkan penerbangan.
Di luar Gaza yang diblokade, pasukan Israel dan milisi Hizbullah Lebanon yang didukung Iran saling baku tembak artileri dan roket pada hari Minggu.
Sementara itu, di Mesir 2 turis Israel di tembak mati bersama seorang pemandi.
Di Israel selatan sendiri pada hari Minggu, orang-orang bersenjata Hamas masih melawan pasukan keamanan Israel lebih dari 24 jam setelah kejutan mereka.
Serangan multi cabang berupa serangan roket dan sekelompok pria bersenjata yang menyerbu pangkalan militer dan menyerbu kota perbatasan.
Total kematian akibat serangan Israel tersebut mencapai 1.100 orang.***