

inNalar.com – Gunung Padang tidak hanya menyita perhatian masyarakat Indonesia, melainkan sejumlah media asing ikut mengulas situs purba yang terdapat di Jawa Barat ini.
Menjadi sorotan dunia internasional situs Gunung Padang ternyata diam-diam terus dilakukan penelitian oleh ilmuwan di seluruh dunia.
Beberapa media asing ramai-ramai menganalisa klaim bahwa Gunung Padang menyembunyikan sebuah bangunan piramida tertua di dunia.
Baca Juga: Berikut Daftar Negara yang Dukung Hamas di Perang Israel vs Palestina, Didominasi Timur Tengah!
Salah satu media asing yang mengulas misteri situs kuno di Gunung Padang tersebut adalah media Australia yakni Sydney Morning Herald dan media Inggris Daily Mail.
Tak hanya itu majalah ASEAN Geographic juga ikut meramaikan pemberitahuan tentang situs purba tersebut.
Dilansir inNalar.com dari Youtube Makna Masa, dalam majalah tersebut juga ditulis bahwa Gunung Padang menjadi berita terpopuler dan sebuah berita utama sebagai sebuah piramida pertama yang ada di Asia Tenggara serta Situs Megalitik tertua di dunia dalam catatan sejarah.
Situs kuno tersebut ditulis dalam majalah sains yang merupakan Bukit dengan berisikan ruang tersembunyi yang telah ada sejak 20 ribu tahun sebelum masehi menurut penanggalan radiokarbon.
Selain itu Media Science Populer Live science menyoroti proses penemuan dari Piramida Gunung Padang yang menggunakan peralatan modern.
Media berbasis di Washington Amerika Serikat itu juga mengungkap jika dalam proses penelitian situs kuno tersebut menggunakan beberapa rangkaian teknik untuk memindai lokasi yang terdapat di bawah tanah.
Teknik yang digunakan tersebut diantaranya Tomografi sinar X, Pengeboran Inti dan Penggalian, Radar penembus tanah serta Pencitraan Dua Dimensi dan Tiga Dimensi.
Para peneliti secara bertahap menemukan beberapa lapisan struktur yang cukup besar, struktur ini yang mewakili periode berbeda.
Struktur ini tersebar di area seluas sekitar 15 hektar dan telah dibangun selama ribuan tahun dengan lapisan-lapisan yang mewakili periode berbeda.
Baca Juga: 5 Daerah Tersepi di Kalimantan Barat, Juaranya Bukan Sekadau Atau Melawi, Melainkan…
Jika diamati detail, struktur ini mirip piramida raksasa yang mungkin mewakili sisa-sisa dari kuil kuno tersembunyi sejak ribuan tahun silam di bawah tanah.
Sisa-sisa bangunan di situs kuno tersebut usianya diperkirakan 4 kali lebih tua dari piramida yang ada di Mesir majalah digital Live Science.
Media barat itu pun juga menyatakan para ilmuwan dari seluruh dunia sangat serius membahas Gunung Padang ini melalui pertemuan tahunan American geophysical Union atau AGU.
Seperti diketahui AGU fall meeting ini adalah konversi ilmuwan dunia bergengsi dan terbesar yang dihadiri peserta lebih dari 20.000 dari seluruh dunia
History Defined dalam artikelnya berjudul Gunung Padang the World’s Oldest Pyramid menulis penemuan situs kuno itu mengisyaratkan adanya kemungkinan bahwa peradaban kuno memiliki kemampuan lebih dari apa yang diperkirakan oleh para peneliti
Carl Seave yang merupakan penulis artikel tersebut juga menyatakan bahwa situs kuno yang terletak di Jawa Barat tersebut masih merupakan sebuah teka-teki besar.
Sebenarnya situs kuno megalitik tersebut bukanlah piramida konvensional dalam pengertian tradisional.
Hal ini dikarenakan bentuk dari piramida di Gunung Padang ini berbeda dari peradaban lain yang sebelumnya ditemukan di masa lalu seperti peradaban bangsa Maya.
Piramida Maya memiliki bentuk simetris namun struktur piramida Gunung Padang memanjang dengan setengah lingkaran di depannya.
Diketahui jika Situs kuno Gunung Padang ini kembali menjadi perbincangan setelah muncul dalam sebuah film dokumenter berjudul ‘Ancient Apocalypse’ yang terdapat di platform streaming netflix.
Dalam Film tersebut Graham Hancook memaparkan sejarah dibalik situs kuno yang ditemukannya tersebut.
Graham Hancook sendiri merupakan seorang penulis sekaligus juga jurnalis asal Inggris.
Andi Arif merupakan seornag Arkeolog Universitas Indonesia (UI) yang juga anggota tim terpadu riset Mandiri Gunung Padang mempresentasikan perihal ekskavasi peninggalan Megalitikum di Cianjur Jawa Barat tersebut di Korea Selatan.
Para pembicara berasal dari Korea, Amerika, Inggris, laut Australia, Mariana Island, Kanada, Belgia dan masih banyak lagi negara lainnya
“Saya mendapat kesempatan untuk berbicara pada hari terakhir dan seluruh peserta sangat kagum dengan besarnya situs yang kini tengah diteliti dari banyaknya temuan yang mengagumkan di situs tersebut, para ilmuwan dan sejumlah peneliti dari mancanegara sangat tercengang karena situs Gunung Padang mempunyai ukuran yang begitu besar,” ujar Andi Arif.
Beberapa peneliti dan berbagai negara juga menyatakan siap jika dibutuhkan bantuannya.
Bagi para peneliti tersebut situs peninggalan Megalitikum tersebut tidak hanya penting dalam konsentrasi megalitik Asia Tenggara tetapi juga dunia.
Inisiator riset situs Gunung Padang Andi Arif mengakui tempat ditawari jutaan dolar Amerika Serikat oleh beberapa negara agar dapat masuk ke dalam tim peneliti situs peninggalan Megalitikum itu.
Andi juga mengaku ada beberapa pihak swasta dan BUMN ingin ikut membantu penelitian ini Namun demikian penelitian dari luar tidak akan dapat dengan bebas masuk ke situs Gunung Padang.
Andi Arif mengaku tidak mau Indonesia kecolongan di atas Seperti yang terjadi di Candi Borobudur.
Kini Borobudur hanya sekedar sebuah objek wisata, namun para peneliti dan generasi di Indonesia di masa mendatang tidak mendapatkan pengetahuan yang mungkin saja akan dapat mengubah dunia.
Orang-orang berpikir bahwa masa prasejarah itu adalah bangsa primitif, tapi dengan adanya bukti sebuah situs Gunung Padang memperlihatkan kepada seluruh media jika pendapat itu merupakan sebuah kesalahan besar.
Piramida Gunung Padang yang Terletak di Jawa Barat itu akan menjadi sebuah bukti nyata pada peradaban kuno yang maju di tanah Nusantara.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi