Panjangnya 1.440 m, Mega Proyek Jembatan Tayan yang Terpanjang di Kalimantan Barat ini Bisa Tahan 100 Tahun?

inNalar.com – Jembatan terpanjang di Kalimantan Barat dengan panjang 1.440 meter dirancang mampu tahan 100 tahun.

Jembatan Tayan merupakan jembatan terpanjang di Kalimantan Barat yang terletak di atas Sungai Kapuas, Kabupaten Sanggau.

Pengerjaan proyek Jembatan Tayan di Kalimantan Barat dikerjakan dalam waktu 900 hari.

Baca Juga: Gunakan Teknologi Hydropower, Jembatan Rp1 Triliun di Pontianak Kalimantan Barat Bisa Aliri Listrik Sendiri

Jembatan tersebut diklaim sebagai jembatan terpanjang di Kalimantan Barat yang merupakan ikon dari provinsi tersebut, dilansir dari website resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Jembatan yang terletak di provinsi dengan julukan seribu sungai itu, memiliki panjang 1.440 meter dengan lebar 11 meter.

Jembatan Tayan di Kalimantan Barat merupakan jembatan khusus non standar yang mampu bertahan dalam waktu paling sedikit 100 tahun dengan perawatan.

Baca Juga: Dananya Rp1 Triliun, Jembatan di Pontianak Kalimantan Barat Ini Tanpa APBN dan APBD, Uangnya dari Mana?

Tentunya usia pakai yang lama harus didukung juga dengan bantuan masyarakat sekitar yang turut menjaga dan merawat jembatan tersebut.

Dengan perawatan dari pemerintah dan dukungan dari masyarakat yang tidak melakukan vandalisme dan mencoret-coret jembatan akan mampu mempertahankan umur pakai Jembatan Tayan di Kalimantan Barat.

Vandalisme dan pencoretan jembatan akan mengganggu fungsi dari Jembatan Tayan, sehingga akan mengurangi fungsi jembatan itu.

Baca Juga: Tiang Pancang Rp74 Miliar untuk Pembangunan Jembatan di Seram Maluku Tak Selesai Digarap, Begini Masalahnya

Pembangunan tersebut dilakukan sejak tahun 2011 dan diresmikan pada 22 Maret 2016, oleh presiden Jokowi.

Sebagai jembatan terpanjang di Kalimantan Barat, pembangunan Jembatan Tayan memakan biaya yang fantastis hingga Rp 1,028 triliun.

Biaya yang sangat besar dalam pembangunan jembatan terpanjang di Kalimantan Barat tentunya harus dilakukan perawatan dan penjagaan yang optimal.

Perawatan dan penjagaan tersebut tentunya harus dilakukan pemerintah dan masyarakat Kalimantan Barat guna menjaga ikon dari Provinsi seribu sungai tersebut.***

 

Rekomendasi