

inNalar.com – Kabar Wiljan Pluim dipecat dari PSM Makasar mengejutkan suporter bola Indonesia.
Pemecatan Wiljan Pluim dari PSM Makasar disampaikan langsung oleh pendiri Bosowa, Aksa Mahmud.
Bosowa sendiri merupakan sponsor utama sekaligus pemegang saham terbesar di PSM Makassar.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Ketahui Sikap Hati-hati dan Ambil Resiko Sesuai Gambar yang Kamu Lihat Pertama Kali
Diketahui bahwa salah satu alasan pemecatan Wiljan Pluim dari PSM Makassar, yakni karena Pluim sudah tua dan staminanya mulai berkurang, khususnya saat berlari.
Selama berkarir di PSM Makasaar, Tetta yang merupakan sapaan hangat untuk Wiljan Pluim pernah mengantarkan PSM menjadi juara BRI liga 1 tahun 2022/2023.
Pada saat itu PSM memecahkan rekor 9 kemenangan beruntun hingga pada akhirnya mencapai puncak klasemen dan tidak mungkin terkejar lagi oleh tim lainnya.
Baca Juga: Situs Kuno Berharga ‘Gunung Padang’ di Jawa Barat Kini Mulai Diincar Para Peneliti Internasional
Pemecatan Pluim dari PSM memunculkan pro dan kontra di kalangan netizen atau suporter, terlihat dari kolom komentar Instagram PSM.
Selama Kurang Lebih 7 tahun berkarir, Wiljan Pluim menunjukkan kesetiaan mendalam kepada PSM Makassar, hal ini juga mendapat respon baik dari netizen.
“Wiljam Pluim menepati janjinya bertahan di PSM sampai jasanya tak dibutuhkan lagi, respect, goodbye the legend,” tulis akun instagram @syahru************.
Ada juga komentar negatif banyak bertebaran di akun instagram @psm_makassar.
“Dikeluarkan dari tim dengan alasan sudah tidak bisa lari, buat manajemen kalo mau cari pemain yang kencang larinya palukka’ kau rekrut,” tulis akun @tasya.***********.
Ada juga menyayangkan keputusan manajemen mengeluarkan Wiljam Pluim karena alasan tidak bisa lari.
“Itu orang tua yang bilangi Pluim nda bisami lari nda maluki’ itu?,” tulis akun @ardia**********.
Bahkan ada juga komentar yang menyudutkan dan mempertanyakan posisi Aksa Mahmus saat memecat Wiljam Pluim.
“Posisi Pak Aksa dalam manajemen apa? Apakah tugas founder mengambil alih semua keputusan manajemen? Wajar manajemen tidak sehat klw sistem kyk bgini. Keep calem keep positif, akhirnya memperlihatkan cara manajemen mengelolah PSM. Waktunya berbenah, PSM milik kita semua,” tulis akun @pond********.
Selain itu, ada juga komentar yang menyayangkan ketidakmampuan manajemen untuk membayar gaji pemain PSM ini.
“Sudah tua sudah tua, bilang aja gak sanggup bayar gaji, pemain terbaik musim lalu bisa cetak banyak gol dan asist dibilang sdh tidak bisa lari. Mana nih CEOnya kemarin juara paling depan flare seolah2 paling berkontribusi. Sekarang isu gaji pemain yang telat bayar menghilang bak ditelan bumi ditambah gak berani datang ke stadion,” tulis akun @anindita*************.
Pada dasarnya berdasarkan komentar di akun Instagram PSM, netizen ingin Wiljan Pluim diberhentikan degan hormat oleh manajemen, menghargai kontribusinya bagi PSM dan diperlakuan dengan baik.
“Jelek caramu perlakuan orang, postingan ini cuman cuci tangan kalian, kami tdk sesalkan Pluim pergi, yang kami sesalkan dan marah itu cara kalian perlakukan Tetta,” tulis akun @harit******.
“Terima kasih Wiljam “Tetta” Pluim. Hal yang paling menyakitkan dari perpisahakn Tetta Pluim dengan PSM adalah statement dari pemilik saham terbesar klub yang berkebalikan dengan nilai-nilai budaya masyarakat Bugis-Makassar,” tulis akun @bolasu******.
Meski demikian, Pihak PSM sendiri melalui akun instagrammnya juga sudah menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Wiljan Pluim, atas segala dedikasi, kontribusi, dan kesetiaan. ***