Israel Kocar-kacir Hadapi Hamas, Merengek Minta Amunisi Tambahan ke Amerika untuk Serang Palestina

InNalar.com – Israel dikabarkan meminta bantuan ke Amerika Serikat untuk menyerang Hamas di Palestina.

Perang antara Israel dengan Palestina kembali berkecamuk menyusul serangan yang dilakukan oleh kelompok militant Hamas.

Hamas sendiri sebelumnya melancarkan serangan dadakan, Sabtu (07/10/23), yang membuat Israel geram dan mendeklarasikan perang di Jalur Gaza, Palestina.

Baca Juga: Berikut Daftar Negara yang Dukung Hamas di Perang Israel vs Palestina, Didominasi Timur Tengah!

Ratusan nyawa pun telah melayang dan ribuan orang luka akibat serangan dadakan dari pihak musuh.

Hal ini membuat Israel murka dan bersumpah akan membabat habis Hamas di Gaza, Palestina.

Untuk melancarkan serangannya, bahkan Israel meminta bantuan kepada Amerika Serikat.

Baca Juga: Beri Dukungan Penuh Buat Palestina, Masyarakat Negara Ini Gelar Aksi Unjuk Rasa di Gedung Pemerintahan

Melansir dari Times of India, Israel meminta bantuan rudal dan artileri tambahan dari Amerika Serikat setelah serangan dari Hamas.

Selain itu tentara Israel juga kemungkinan bakal meminta bantuan dan senjata tambahan kepada sekutu.

Kemudian juga meminta lebih banyak pencegat untuk sistem pertahanan udara Iron Dome.

Baca Juga: Serangan Palestina Lumpuhkan Banyak Tentara Zionis, Menteri Pertahanan Israel Tutup Akses ke Jalur Gaza

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Israel sendiri mengungkapkan tujuan utamanya adalah menghancurkan seluruh fasilitas Hamas di Gaza.

Sedangkan Benjamin Netanyahu selaku Perdana Menteri Israel mengatakan serangan berturut-turut di Palestina hanyalah sebuah permulaan.

Ia berjanji akan mengalahkan Hamas dengan kekuatan yang sangat besar di Palestina.

Sementara itu, Israel telah memblokade jalur Gaza dengan memutus sejumlah aliran air dan listrik serta sebagainya.

Di sisi lain, korban tewas di perang antara Israel dengan Palestina terus bertambah.

Tercatat korban jiwa dari perang Israel dan Palestina telah bertambah menjadi 800 orang.***

 

Rekomendasi