

inNalar.com – Menjadi Ibu Kota Negara, kebutuhan listrik di Jakarta membutuhkan tenaga yang cukup besar dari Pembangkit Listrik Gas Uap (PLTGU).
PLTGU Muara Karang merupakan salah satu pembangkit listrik di Ibu Kota yang dibangun oleh WIKA, dan mampu memenuhi 30% kebutuhan daya.
Sebelumnya, total kapasitas yang dihasilkan oleh PLTGU Muara Karang mencapai 1.600 MW(Mega Watt). Terdiri dari 11 genset, kapasitas 3 pembangkit di Komplek Muara Karang.
Demi menciptakan energi yang lebih bersih, PLN saat ini melakukan langkah cepat untuk memproduksi Green Hydrogen Plant (GHP) sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Menjadi yang pertama di Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memberikan apresiasi kepada PLN yang mampu memproduksi green hydrogen plant secara cepat.
GHP ini juga bertempat di kawasan PLTGU Muara Karang, Jakarta. Melalui keterangan resmi di Makassar, Direktur Jenderal Energi Baru terbarukan Dan Konservasi Energi Kementerian ESDM , Yudo Dwinanda Pridadi menyampaikan,bahwa dengan adanya Green Hydrogen Plant ini dapat mendukung upaya energi bersih di Indonesia.
Baca Juga: Tambah Lahan 112,48 Hektar, Jalan Tol di Aceh Ini Bakal Rampung 2024, Intip Rute Perjalanannya
Hidrogen Hijau ini juga dikatakan menjadi game charger tantangan transisi energi, dan akan banyak digunakan menjadi alternatif bahan bakar industri.
Peresmian Green Hydrogen Plant ini juga merupakan komitmen PLN untuk mendukung upaya pemerintah dalam melakukan transisi energi, sehingga kedepan dapat menjadi energi alternatif.
Inovasi ini akan terus berkembang untuk menjawab tantangan transisi energi dengan memaksimalkan aset yang ada.
Baca Juga: Tes IQ: Temukan Perbedaan Pada Gambar Ini dalam 33 Detik! Bisa Asah Otak dan Meningkatkan Pengamatan
Membuat Green Hydrogen Plant ini, PLN mampu memanfaatkan electrolyzer dengan mengkonsumsi daya 2.795 Megawatt Hour (MWH) per tahun.
Selain itu mampu menghasilkan 100 persen hydrogen hijau sebesar 51 ton.
Direktur Utama PLN, Rully Firmansyah merinci bahwa sebenarnya selama ini korporasinya telah menghasilkan grey hydrogen dan hydrogen plant yang telah beroperasi.
Namun karena adanya penggunaan solar PV dan didukung oleh Renewable Energy Certificate (REC), PLN NP telah memiliki Green hydrogen Plant pertama di Indonesia.
Lewat upaya PLN NP ini, mampu menghasilkan bahan baku alternatif bagi sektor industri yang bergerak di bidang penghijauan.
Selain itu, PLN NP juga akan terus mengembangkan Green Hydrogen Storage yang dapat menyimpan hasil hydrogen hijau ini sehingga dapat disimpan di kemudian hari.***