Pasca TikTok Shop Tutup, Omzet Pedagang di Pasar Tanah Abang Tetap Anjlok, Minta Hapus E-Commerce Lainnya

inNalar.com – Para pedagang di Tanah Abang, Jakarta Pusat masih mengalami sepi pembeli.

Walaupun TikTok Shop sudah menutup layanan e-commerce, kenyataannya saat ini mereka tetap sepi pembeli.

Pedagang di Tanah Abang pun mengeluhkan omzet mereka yang tidak kunjung mengalami kenaikan.

Baca Juga: Heboh, Pedagang Tanah Abang Minta Pemerintah Tutup E-Commerce Lainnya, Netizen: Dikasih Hati Minta Jantung

Tidak hanya itu, mereka bahkan melakukan aksi protesnya kepada pemerintah untuk menutup atau menghapus Shopee, Lazada, dan online shop lainnya.

Mereka melakukan aksi protes tersebut dengan memasang poster tulisan tangan.

Pedagang offline sendiri mengaku omzet mereka mengalami penurunan secara drastis sejak adanya platform untuk jual beli secara online.

Baca Juga: Datangkan Omzet Terbesar, Shopee Jadi E-Commerce Paling Sering Digunakan Brand Lokal dan UMKM

Mereka juga mengungkapkan bahwa kualitas barang yang disediakan sebenarnya sama, akan tetapi harganya sangat berbeda jauh.

Selain itu, para pedagang tersebut juga kebingungan mengapa penjual online bisa menjual dengan harga lebih murah.

Tidak heran jika saat ini ada banyak pembeli yang lebih memilih belanja di toko online.

Baca Juga: Tiktok Shop Ditutup Buat Para Affiliate ‘Meriang’, Denny Santoso: Beralihlah Cari Cuan ke Platform…

Tentu saja hal ini memicu konflik tersendiri dimana para pedagang menginginkan Tanah Abang dapat kembali seperti dahulu yang ramai pembeli.

Dilansir dari akun Instagram @faktanyagoogle_, salah satu pedagang yang bernama Anton mengungkapkan bahwa ia sudah berjualan sejak 2007 lalu.

Akan tetapi, saat ini mengalami penurunan omzet jualan yang begitu drastis.

Ia juga mengeluhkan bahwa barang-barang yang dijual secara online memiliki harga lebih rendah.

Walaupun kualitas barangnya sama, hal tersebut membuatnya merasa kebingungan mengapa harga yang dijual bisa begitu murah.

Tentu saja hal ini menyebabkan kekhawatiran tersendiri karena dapat memberikan dampak negatif bagi bisnisnya.

Sementara itu, ada banyak warganet yang menanggapi hal tersebut.

“Gue lebih setuju kalau tanah abang yang ditutup,” ujar akun @zapha.sn.

“Bagusnya sih untuk pemerintah kasih edukasi digital untuk pedagang di tanah abang,” tulis akun @habiii58.

“Rezeki udah ada yang atur pak, jangan semua mau dihapuskan,” komentar akun@leonxx_10.”***

Rekomendasi