

inNalar.com – Jet tempur Zionis Israel menargetkan petugas pusat kesehatan, petugas medis, dan ambulans di Jalur Gaza.
Tidak hanya itu, jet tempur tersebut juga menyerang kamp pengungsi, gedung, dan rumah-rumah warga sehingga menyebabkan puluhan orang tewas dan luka-luka.
Dilansir dari Antara, Mai Alkaila selaku Menteri Kesehatan Palestina mendesak komunitas internasional untuk menghentikan serangan Israel.
Terutama pada pusat kesehatan, petugas medis, dan ambulans di Jalur Gaza.
Ia juga menuding Israel telah sengaja melakukan pengeboman di rumah sakit dan ambulans. Hal ini tentu membunuh dan melukai para petugas medis.
Alkaila menyebutkan bahwa tindakan yang dilakukan itu adalah pelanggaran besar dan nyata terhadap semua hukum dan konvensi secara internasional.
Baca Juga: 3 Jurnalis Palestina Meregang Nyawa Akibat Serangan Udara Israel di Kota Gaza Barat
Padahal, dalam sebuah peperangan umumnya para medis dan ambulans tidak boleh diserang.
Akan tetapi, Israel sendiri mengabaikan hukum tersebut sehingga menyebabkan banyak korban atas serangan besar ini.
Serangan besar-besaran dilakukan kepada penduduk Gaza setelah pejuang Palestina meluncurkan operasi kejutan di kawasan Israel.
Pertempuran ini sendiri telah menewaskan setidaknya ratusan orang baik di Israel sendiri maupun Gaza.
Sementara itu, Kantor Berita Palestina WAFA melaporkan bahwa pesawat perang Israel menyerang ambulans sampai hancur berkeping-keping di barat laut Gaza.
Hal ini menyebabkan sejumlah petugas maupun pasien di dalamnya terluka.
Rumah sakit di Jalur Gaza sendiri melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan di Jalur Gaza dan Tepi Barat sudah mencapai angka lebih dari 560 orang.
Adapun korban yang terluka mencapai lebih dari 2.900 orang.
Jet tempur milik Israel juga mengebom RS Mata Internasional di Tal Al-Hawa serta rumah di sekitarnya.
Akibatnya puluhan orang tewas dan terluka.
Tercatat terdapat ratusan peluru dan roket yang ditembakkan ke perbatasan timur Gaza sehingga kerusakan besar terjadi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi