Hamas Ancam Israel Siarkan Eksekusi Mati Para Sandera Tiap Kali Bom Dijatuhkan ke Palestina


inNalar.com – 
Konflik antara Hamas dengan Israel terhitung sudah berlangsung tiga hari sejak 7 Oktober lalu.

Hingga saat ini belum ada tanda jika konflik tersebut akan berakhir, baik Hamas maupun Israel masih saling menyerang dan penduduk Palestina khususnya di Jalur Gaza menjadi korban.

Hamas melakukan gerakan ancaman ke Israel dengan mengeksekusi sandera tiap kali Israel menjatuhkan bom ke rumah warga Palestina tanpa peringatan.

Baca Juga: Aliri Lahan Seluas 15.519 Hektare, Mega Proyek Bendungan Bener di Purworejo Habiskan Dana Rp2,06 Triliun

Israel telah mengerahkan 300 ribu tentara cadangan dan melakukan blokade di Jalur Gaza, hal ini menimbulkan kekhawatiran jika Israel merencanakan serangan darat.

Seruan untuk mengakhiri pertempuran sudah dilakukan oleh dunia Internasional bagi Hamas dan Israel dan meminta untuk berikan perlindungan pada warga sipil.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bersumpah dalam pidatonya mengatakan jika musuh menginginkan perang maka mereka akan berperang.

Baca Juga: Ditinggalkan Sejak 2009! Masjid Ini Jadi Bukti Jika Jakarta Pada 2050 akan Tenggelam Hingga Kedalaman Capai..

Netanyahu juga menuduh Hamas didukung Iran dan mengeksekusi anak-anak yang diikat dan juga kekejaman lainnya.

Israel juga menjatuhkan bom pada kantor utama servis telepon Palestina, hal ini menyebabkan layanan telepon rumah, internet dan saluran seluler tidak dapat diakses.

Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang sasaran dari laut dan udara termasuk gudang senjata milik Hamas di jalur Gaza.

Baca Juga: Biaya Penerangan Rp5 Miliar, Jembatan Terpanjang di Kalimantan Barat Ini Buat APBD Tak Sanggup Bayar?

Dilansir dari Reuters, juru bicara Hamas mengancam untuk membunuh warga Israel di antara puluhan tawanan setelah serangan mendadak di Palestina.

Ia mengatakan Hamas akan mengeksekusi seorang tawanan Israel untuk setiap pemboman yang dilakukan terhadap rumah warga sipil tanpa peringatan.

Hamas juga mengatakan akan menyiarkan eksekusi tersebut.

Belum ada tanggapan langsung dari militer Israel terkait ancaman tersebut.

Menteri Luar Negeri Israel, Eli Cohen mengatakan ada lebih dari 100 orang yang ditawan oleh Hamas selama serangan berlangsung.

Hingga saat ini, saluran TV Israel mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan Hamas meningkat menjadi 900 orang dengan sedikitnya 2.600 orang terluka.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melalui Reuters mengatakan setidaknya ada 687 warga Palestina menjadi korban tewas dan 3.726 lainnya luka-luka.***

 

Rekomendasi