

inNalar.com – Polemik Jessica Wongso sebagai pembunuh Wayan Mirna Salihin masih saja dibahas.
Ditambah, status Jessica sebagai tersangka dibantah oleh opini tokoh masyarakat dan ahli.
Kasus kopi sianida ini menguap lagi sejak produsen film mengunggah kembali kejanggalan masa lalu.
Beragam kabar simpang siur, bahkan firasat para ahli mengecap hasil sidang Jessica tidak valid.
Dilansir inNalar.com dari video YouTube yang diunggah oleh akun Deddy Corbuzier.
Profesor Edward Omar Sharif Hiariej atau disebut Profesor Eddy Hiariej menyibak kejanggalan dalam kasus tersebut.
Hal ini ia ungkapkan untuk menebas kabar tidak benar dan supaya tidak simpang siur.
Profesor Eddy Hiariej dengan yakin mengatakan bahwa Jessica adalah pembunuh Mirna.
Pernyataan ini disampaikan mengingat bukti dan berkas yang sudah dikumpulkan secara profesional.
Persidangan Jessica pun sampai dilakukan berulang dengan 5 keputusan yang sama.
Profesor Eddy Hiariej lantas mengungkap alasan pihak penyidik tidak gunakan lie detector (pendeteksi kebohongan).
Ia menyebut bahwa almarhum Profesor Ronny Nitibaskara sempat menyatakan bahwa Jessica memiliki kepribadian ganda.
Selain itu, ia juga mengungkapkan dengan tegas, “Tipe orang macam ini tidak bisa dideteksi kebohongannya, secanggih apapun.”
Profesor Eddy Hiariej menjelaskan, karakter Jessica yang sedemikian rupa tidak dapat dideteksi kebohongannya.
“Saya tidak bilang Jessica psikopat, tapi ya begitulah penjelasannya,” ungkapnya lagi.
Menariknya, berdasar jejak digital laptop Jessica, ia tercatat pernah mencari tau soal racun sianida.
dr Natalia, seorang ahli kejiwaan, menyampaikan bahwa pada tahun 2015 Jessica pernah menonton film dengan fokus yang sama.
Film tersebut mengisahkan seorang koboi yang membunuh 7 temannya dengan racun sianida.
Tak hanya itu, saat masih di Australia, Jessica pernah mengancam akan membunuh bosnya sendiri. ***