

inNalar.com – Terdapat 5 desa wisata di Jawa TImur yang mendapatkan dana dalam Dukungan Pengembangan Usaha Parekraf (DPUP) oleh Kemenparekraf
Pemberian dana ini adalah program lanjutan dari Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2021 dan 2022.
Bantuan yang digunakan untuk meningkatkan fasilitas serta pengembangan sumber daya manusia pada desa wisata yang menerima.
Baca Juga: 420 Lapak Pedagang di Kawasan Puncak Bogor Akan Ditertibkan Satpol PP, Digusur dan Direlokasi?
Desa wisata yang dipilih ini memiliki keistimewaan yang mengandalkan potensi budaya, alam dan buatan atau menggabungkan.
Dana yang diberikan oleh 5 desa wisata ini bertotal Rp 600 juta dengan setiap desa menerima Rp 120 juta.
Menparekraf Sandiaga juga berharap bahwa dengan pemberian bantuan untuk pembelian peralatan dalam dukungan produksi usaha parekraf dan memberi pemahaman literasi keuangan dalam keterangan tertulis.
5 Desa Wisata di Jawa Timur yang menerima dana DPUP dilansir dari Kemenparekraf yaitu:
Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong, Kabupaten Mojokerto
Satu-satunya desa yang berbasis senibudaya yang dikelilingi ileh puluhan candi peninggalan Kerajaan Majapahit.
Mendapat dua predikat skala nasional dari Kemendikbud RI sebagai.
Desa Wisata Serang, Kabupaten Blitar
Berada di perbukitan kars dan pesisir pantai yang sudah dirintis sejak 2015 dan dikelola oleh BUMDes dengan kelompok masyarakat lainnya.
Daya tarik pada desa wisata ini mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata buatan, dan wisata edukasi.
Lainnya desa ini mendapatkan prestasi antara lain
Desa Wisata Kampung Blekok, Kabupaten Situbondo
Dihuni dengan jumlah KK sebanyak 260 dan kawasan desa ini 60% yang didominasi hutan mangrove.
Ada daya tarik yang disuguhkan yaitu para wisatawan dapat berinteraksi dengan burung air juga tanaman mangrove.
Desa ini mempunyai kawasan konservasi mangrove dan burung air dengan kawasan pesisir.
Desa Wisata Sanankerto, Kabupaten Malang
Desa ini berada di antara Kota Malang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Pantai Selatan.
Menawarkan ekowisata hutan bambu dengan 115 jenis pohon bambu juga bisa mempelajari pohon bambu pada museum bambu yang tersedia.
Memiliki potensi mulai dari alam, budaya, kreatif dan budidaya, pada budidaya terdapat ikan koi dan tanaman hias khususnya Anggrek.
Desa Wisata Taman Sari, Kabupaten Banyuwangi
Dikenal sebagai desa berbasis Smart Kampung sejak tahun 2016 yang sering dijadikan tempat study banding atau kunjungan dari desa lain.
Potensi dari desa ini berupa wisata alam, UMKM dan tradisi yang juga menjadi ikon wisata Indonesia dan dikenal sampai Mancanegara. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi