Kemenkes Palestina: Bantuan Medis di Gaza Sulit Masuk dan RS Beit Hanoun Tumbang Usai Berulang Digempur Israel

inNalar.com – Baru-baru ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina menyerukan kondisi memprihatinkan Gaza melalui keterangan pers di laman resminya pada Senin, 9 Oktober 2023.

Pada siaran pers tersebut diungkap bahwa pihak Kemenkes Palestina mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan obat-obatan hingga fasilitas mobilisasi kesehatan yang hancur terkena gempuran bom Israel.

Sebagaimana dikutip dari keterangan pers Kemenkes Palestina pada Senin, 9 Oktober 2023 terkait seruan untuk membuka jalur aman bagi akses bantuan medis yang masuk ke Gaza.

Baca Juga: Berawal Sejak 1968, Perusahaan Multitambang Asal Brasil Ini Kuasai Blok Sorowako Sulsel Seluas 70,566 Hektar

Selain itu juga disebutkan dalam siaran Kemenkes Palestina mengenai deretan kebutuhan yang berada dalam kondisi kekurangan parah akibat serangan bertubi-tubi Israel ke wilayah medis.

Sejumlah fasilitas kesehatan di Jalur Gaza terkini berada dalam kondisi darurat kekurangan peralatan dan perlengkapan kebutuhan dasar obat-obatan dan bahan habis pakai medis.

“Adapun detail kekurangan obat-obatan sekitar 44%, sedangkan kekurangan bahan habis pakai sekitar 32% dari daftar dasar kebutuhan,” ungkap Kemenkes Palestina.

Baca Juga: Daftar 5 Desa Wisata di Jawa Timur Penerima Dana DPUP Rp600 Juta dari Kemenparekraf, Jadi Daerah Prioritas?

Akibat gempuran bom Israel sejak Sabtu, 7 Oktober 2023 terjadi serangan berulang kali di wilayah yang sama di Gaza.

Pada siaran pers yang disampaikan pihak Kemenkes Palestina, RS Beit Hanoun akhirnya dinyatakan tidak bisa beroperasi akibat hancur terkena serangan intensif militer Zionis.

Diketahui pihak militer Israel membidik kawasan medis hingga akhirnya sebanyak 11 ambulans dan kendaraan penunjang layanan kesehatan mengalami rusak parah.

Baca Juga: Baby Monster Girl Group Asal YG Entertainment Dikonfimasi Segera Debut, Netizen: Yakin Tahun Ini?

Bahkan info per Selasa, 10 Oktober 2023 melalui laman resminya, sebanyak 4 ambulans di wilayah Abasan, Timur Khan Yunis juga menjadi target bombardir militer zionis.

Sebagai informasi tambahan, RS Beit Hanoun merupakan sarana medis satu-satunya di bagian Timur Gaza, tepatnya di Inkhil.

Namun imbas serangan membabi buta Israel, akhirnya fasilitas medis ini terpaksa tidak bisa difungsikan sebab mengalami kerusakan parah.

Kemenkes Palestina mengharapkan dukungan komunitas dan lembaga internasional dalam mendukung kebutuhan darurat medis yang semakin memprihatinkan ini dan menghentikan serangan agresif ini.

Adapun catatan korban jiwa yang terdampak dari pihaknya, diketahui ada 5 personel medis yang terbunuh, sedangkan 10 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sebelum serangan Operasi Pedang Besi dilancarkan, pada dasarnya pihak Kemenkes Palestina telah mengalami kekurangan bahan kebutuhan medis.

Namun dengan adanya serangan intensif ini menyebabkan keadaan layanan fasilitas kesehatan di Jalur Gaza semakin menyedihkan.***

 

Rekomendasi