

inNalar.com – Serangan mendadak yang dilakukan oleh kelompok Hamas Palestina pada Sabtu 7 Oktober 2023, hingga saat ini masih membuat kemarahan Israel.
Melansir dari Quds New Network, perlawanan yang di lakukan Israel telah berdampak besar bagi kehidupan penduduk sipil Palestina.
Setelah menanggapi kekalahan mereka karena perlawanan Palestina, rezim Israel telah menyerang menara pemukiman di Gaza, dan menyebabkan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga: Hari Kesehatan Mental Sedunia 2023: 7 Cara yang Bisa Kamu Terapkan untuk Menjaga Kesehatan Mental
Rumah, Tempat Ibadah, gedung pemerintahan, kantor polisi, lembaga masyarakat sipil dan bisnis swasta.
Di seluruh wilayah Gaza dikabarkan telah menjadi target utama serangan Zionis yang tiada henti.
Bukan hanya itu, baru-baru ini Kantor Media Pemerintahan di Gaza ikut berduka, lantaran dua jurnalis Palestina telah terbunuh. Setelah menjadi sasaran serangan udara saat meliput evakuasi yang terancam di bom Israel.
Bertambahnya jumlah kematian di kedua negara tersebut masih terus bertambah. Beberapa orang yang pro kontra dengan kedua negara ini pun masih berubah-ubah.
Berbagai unjuk rasa warga negara lain, yang memberikan dukungan penuh kepada Palestina pun juga masih bertambah.
Disamping itu, pendukung Zionis Israel juga masih berpegang teguh dengan apa yang dirasa benar.
Banyak orang beranggapan, perang yang terjadi saat ini, merupakan akibat dari kelompok Hamas yang memberikan serangan dadakan pada Israel.
Hingga mengatakan bahwa Hamas dan beberapa pejuang kebebasan Gaza adalah teroris. Hal ini menjadikan perselisihan besar antara masyarakat.
Melansir dari Twitter Quds New Network, seorang wanita Israel yang berada di pemukiman memberikan kesaksian saat diwawancarai oleh media.
Dalam video ini, wanita itu mengatakan bahwa, pejuang kemerdekaan Palestina tidak menyakitinya dan anak-anaknya selama menyerbu pemukiman ilegal Israel pada tanggal 7 Oktober silam.
Wanita ini menceritakan, pejuang Gaza mengatakan, tidak akan menyakiti dirinya karena mereka adalah seorang muslim.
Di Lain tempat, pensiunan tentara Israel memberikan kesaksian betapa kejamnya para kelompok zionis.
Pria ini mengatakan, bahwa tentara zionis menyiksa dan menyakiti perempuan, bahkan yang usianya masih 16 tahun.
Warga Palestina dikumpulkan dalam kurungan dan dieksekusi. Hingga pria ini pun bersaksi bahwa dirinya, juga memiliki 250 peluru dan telah menembak semua orang.
Pria ini menambahkan, anak-anak Gaza pun dieksekusi, namun dirinya tidak ikut untuk mengambil tahanan.
Inilah kesaksian dari dua arah yang berada dalam kejadian pada saat itu. Maka sangat penting, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara Palestina dan Israel tanpa beranggapan terlebih dahulu.***