

inNalar.com – Nama dr Djaja kini tengah jadi sorotan setelah naiknya kasus kopi sianida kembali.
dr Djaja sendiri merupakan dokter forensik yang sering melakukan otopsi mayat.
Pada podcast di YouTube Feni Rose Official, dr Djaja menceritakan pengalaman saat otopsi mayat.
dr Djaja pada podcast tersebut menjelaskan seputar racun sianida dan kasus yang menewaskan Mirna Salihin.
Pada sesi akhir podcast, Feni Rose menanyakan ke dr Djaja apakah ia pernah mengalami hal mistis saat melakukan otopsi.
dr Djaja menjawab ia tidak pernah mengalaminya walaupun sebenarnya dokter tersebut ingin.
“Saya maunya mengalami tapi kenyataannya belum pernah”, ungkap dr Djaja.
Dokter tersebut juga menjelaskan bahwa setiap kali ia menemui kasus terduga korban santet, namun santet tersebut tidak ditemukan di tubuh mayat.
Mayat yang diduga menjadi korban santet ternyata memiliki sebab mati yang bisa dijelaskan secara keilmuan.
Baca Juga: Infrastruktur Tak Mendukung, Sebuah Kampung Kecil di Jawa Tengah Ini Ditinggalkan Penduduknya
Ia mengaku tidak pernah bertemu barang asing seperti jarum atau paku yang umumnya digambarkan sebagai santet pada tubuh mayat.
Melainkan, ia menemui gigi atau rambut di dalam tumor yang ternyata juga normal dalam dunia kedokteran.
Gigi atau rambut yang ada pada tumor biasa disebut teratoma dan memang biasa dikira sebagai santet.
Namun, ternyata dr Djaja pernah menemui orang kebal selama menjadi dokter.
Dia menceritakan pengalamannya saat mengotopsi mayat yang tidak memiliki bekas peluru saat ditembak.
Peluru yang ditembakkan secara tegak lurus seharusnya menghasilkan bekas pada tubuh yang berlubang, namun dr Djaja tidak menemukan bekas tersebut.
dr Djaja mengatakan ternyata di Indonesia ada beberapa orang yang kebal terhadap benda tajam.
Dokter tersebut juga menceritakan bahwa pernah bertemu pasien UGD yang juga kebal.
“Mau jahit pasien di UGD tapi jarumnya patah”, kata dr Djaja.
Jarum tersebut akhirnya diganti beberapa kali namun hasilnya tetap kembali patah.
Sampai akhirnya pasien tersebut meminta maaf dan mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.
Benda tersebut ialah kain berwarna merah yang diisi oleh tulisan, benda tersebut pun ditaruh dan pasien akhirnya dapat dijahit.
“Setelah bendanya ditaruh baru bisa dijahit”, jelas dr Djaja.
Beberapa pengalaman seputar otopsi mayat tersebut dr Djaja ceritakan.
Namun, dr Djaja mengatakan bahwa ia tidak pernah menemui hal mistis ataupun mengalami mimpi setelah otopsi mayat.
Wawancara antara dr Djaja dan Feni Rose seputar racun sianida, kasus Mirna Salihin dan Jessica Wongso, serta otopsi mayat bisa ditonton di link: https://www.youtube.com/watch?v=NBlbnwoTCsQ.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi