Hari Kesehatan Mental Sedunia 2023: Kenali Masalah Jiwa Paling Umum, Kerap Serang Usia 20-30 Tahun

inNalar.com – Hari kesehatan mental sedunia, diperingati setiap tanggal 10 Oktober, sebagai momentum untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terkait isu kesehatan jiwa.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mendefinisikan kesehatan, adalah keadaan fisik, mental, sosial yang baik dan lengkap, bukan hanya keberadaan penyakit.

Kesehatan mental menjadi hal yang krusial untuk manusia berfikir, menunjukkan emosi, berinteraksi, mencari pekerjaan, dan menikmati kehidupan.

Baca Juga: Habiskan Dana Rp468 Miliar, Bendungan Paket IV di Timor Tengah Selatan NTT Ini Gunakan PLTMH, Tahan 50 Tahun

Kesehatan jiwa juga termasuk hak asasi yang mendasar bagi semua orang, siapapun, dan dimanapun berada.

Maka dari itu, pencegahan isu kesehatan mental menjadi hal yang penting bagi masyarakat, seperti hari ini.

Diperkirakan, populasi dunia yang mengalami isu kesehatan mental mencapai 10,7%. Sedangkan di Indonesia sendiri, pasien dengan gangguan jiwa mencapai angka yang sangat fantastis yaitu 27,3 juta orang.

Baca Juga: Belum Puas Punya 5 Gelar, dr Djaja Surya Atmadja Ternyata Mau Kembali Sekolah Gara-gara Hobi Matematika

6% dari populasi, mengalami gangguan jiwa ringan, dan 0,17% berat. Satu dari delapan orang di seluruh dunia yang hidup dengan kondisi mental yang baik, mempengaruhi kesehatan, kesejahteraan, serta cara mereka berhubungan dengan orang lain.

Adapun yang sering mengalaminya, adalah seseorang yang berusia sekitar 20-30 tahun. Hal ini terjadi karena pada umur tersebut, seseorang akan mengalami loncatan besar dalam kehidupannya.

Seperti pekerjan baru, status pernikahan, dan perubahan pola pikir yang lebih dewasa akan berpengaruh terhadap kesehatan mental.

Baca Juga: Sambut Bulan Inklusi Keuangan, Holding Ultra Mikro Hadirkan Aplikasi SenyuM Mobile dengan Aneka Fitur Menarik

Kondisi ini disebut sebagai puncak dari proses pendewasaan diri, yang menjadikan orang-orang bertanya pada dirinya sendiri.

Banyak keraguan yang terkadang muncul dalam pikiran seseorang dengan usia 20-30 tahun. Kebingungan atas diri mereka sekarang, berpikir tentang masa lalu, dan bertanya tentang masa depan.

Di Fase ini, apabila seseorang tidak bisa melalui dan mengontrol kesehatan mental mereka, maka akan muncul emosional dalam diri.

Masalah kesehatan mental yang muncul pada umur 20 tahun keatas ini sering disebut dengan krisis seperempat abad.

Maka dengan ini, kesehatan mental sangatlah perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Namun memiliki kesehatan mental, tidak boleh dengan merenggut hak asasi orang lain sebagaimana telah banyak terjadi di dunia.

Banyak orang yang telah dikucilkan dan mengalami diskriminasi, serta tidak mendapat akses layanan kesehatan mental yang baik.

Inilah himbauan yang disampaikan oleh WHO untuk terus memastikan kesehatan mental dilindungi.***

 

Rekomendasi