Puisi ‘Kisah Sedih tentang Telepon Genggam’ dan teks ‘Menyesap Sepi di Kafe Sunyi’, Kunci Jawaban Buku Bahasa Indonesia Hal. 182-186 Kurikulum Merdeka

 

inNalar.com – Kali ini, kita akan membedah tuntas kunci jawaban bab 7 yang berisi puisi yang berjudul ‘Kisah Sedih tentang Telepon Genggam’ dan teks ‘Menyesap Sepi di Kafe Sunyi’ pada buku Bahasa Indonesia halaman 182 kurikulum Merdeka edisi revisi.

Puisi berjudul ‘Kisah Sedih tentang Telepon Genggam’ dan teks ‘Menyesap Sepi di Kafe Sunyi’ pada bab 7 ini mengajarkan siswa untuk berbicara dengan lebih bijak, berpikir tajam dan menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap situasi yang ada di sekitar, lho!

Dengan bekal ini, siswa tidak hanya dilatih untuk berkomunikasi lebih efektif, tetapi juga diharapkan dapat menjadi individu yang lebih matang dalam menyikapi berbagai permasalahan kehidupan.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Halaman 183 sub-bab “Memahami Puisi”.

Baca Juga: Bikin Siswa No Drama Macet, Pemda Tangerang Selatan Sediakan Fasilitas Bus Sekolah Gratis Loh

Soal

1. Apa tema puisi “Kisah Sedih tentang Telepon Genggam”?

2. Perasaan apa yang paling dominan dalam puisi ini? Sebutkan kata atau kalimat yang mendukung jawaban kalian!

3. Mengapa tokoh dalam puisi ini merasa kesepian?

4. Apa kritik penulis terhadap keberadaan telepon genggam?

Baca Juga: Mengenal Kurikulum Cinta, Konsep Besutan Kemenag yang Bakal Segera Diterapkan

5. Apa pendapat kalian tentang keberadaan telepon genggam?

Jawaban

1. Puisi ini menceritakan tentang seorang anak yang merasa sangat kesepian dan sendirian, seperti berada di dunia yang penuh dengan kehampaan.

2. Perasaan yang sangat terasa dalam puisi ini adalah kesedihan dan kebosanan yang luar biasa. Sang tokoh merasa seperti ada sesuatu yang hilang dan tidak bisa dikembalikan.

3. Pada bagian puisi yang mengatakan, “telepon genggam mencuri segalanya; ingatan, orang-orang, ibuku, teman-temanku, dan kegembiraanku,” itu artinya tokoh dalam puisi merasa seperti kegembiraannya telah dicuri dan digantikan dengan kesepian yang luar biasa, sehingga dia merasa hampa dan tak punya semangat lagi.

4. Penulis sedang mengkritik orang-orang yang lebih tertarik bergaul di dunia maya melalui telepon genggamnya daripada berinteraksi dengan orang-orang di dunia nyata. Seolah-olah mereka lebih memilih hidup dalam dunia khayalan ketimbang yang sebenarnya.

5. Memang telepon genggam bisa memberikan banyak hiburan dan manfaat yang seru, tetapi kita harus pandai menggunakannya. Kalau tidak, telepon genggam bisa mengambil alih hidup kita dan membuat kita lupa dengan hal-hal penting lainnya.

Baca Juga: Ingin Jadi Agen Rahasia BIN? Ini Syarat Masuk Sekolah Kedinasan STIN 2025

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Halaman 188 sub-bab “Memahami Puisi”.

Petunjuk: Bacalah teks ‘Menyesap Sepi di Kafe Sunyi’ terlebih dahulu dengan seksama pada halaman 186!

Soal

1. Kata “difabel” beberapa kali digunakan dalam artikel di atas. Tanpa melihat kamus, apakah kalian mengetahui maknanya? Jika ya, apa yang membantu pemahaman kalian memahami artinya?

2. Apa yang membuat Kafe Sunyi berbeda dari kafe lainnya?

Baca Juga: Sebab Akibat dalam Teks Mbah Sadiman, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Bab 7 Hlm. 150-152

3. Pelayan di Kafe Sunyi menggunakan bahasa isyarat. Namun, belum banyak yang mengerti bahasa ini. Menurut kalian, sepenting apa mempelajari bahasa isyarat?

4. Media menggunakan istilah “tuna” untuk teman-teman difabel, misalnya tunanetra dan tunadaksa. Namun, komunitas tunarungu lebih suka disebut sebagai teman “tuli”. Bagaimana pendapat kalian?

5. Jika suatu saat nanti kalian menjadi pengusaha, bersediakah kalian mempekerjakan orang difabel? Berikan alasan kalian.

6. Menurut kalian, siapa yang akan lebih banyak berkunjung ke Kafe Sunyi? Penyandang disabilitas atau bukan?

7. Menurut kalian mengapa penulis memilih “Menyesap Sepi di Kafe Sunyi” sebagai judul teks ini?

8. Apakah kalian memiliki teman atau kerabat yang difabel? Ceritakan pengalaman kalian bersama mereka

Jawaban:

1. Kalimat “Sunyi House of Coffee and Hope memiliki enam pegawai yang seluruhnya difabel”. Difabel artinya seseorang yang memiliki kemampuan berbeda karena kondisi fisik atau mentalnya.

2. Kafe Sunyi berbeda dari kafe lain karena suasananya sangat tenang dan sunyi. Semua pramusaji dan pengunjung berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan semua pegawainya difabel. Inilah membuat Kafe Sunyi unik dan sangat Istimewa

Baca Juga: 10 Universitas Swasta dengan UKT Termurah di Indonesia, Biaya Terjangkau Tapi Kualitas Terjamin!

3. Belajar bahasa isyarat itu sangat penting, terutama untuk orang-orang yang tidak memiliki disabilitas. Hal ini penting supaya bisa berkomunikasi dengan orang difabel. Kalau sekolah mengajarkan bahasa isyarat, kita jadi bisa saling memahami dan berbicara dengan teman-teman difabel.

4. Sebaiknya kita mengikuti istilah yang disarankan oleh teman-teman difabel. Jika mereka ingin dipanggil teman tuli, kita harus memanggil mereka dengan sebutan itu. Ini menunjukkan rasa hormat dan pengertian kepada mereka.

5. Jika suatu saat nanti saya menjadi pengusaha, saya pasti akan mempekerjakan orang difabel. Mereka tetap bisa bekerja dengan cara yang sedikit berbeda, tapi tetap luar biasa dan bisa memberikan hasil yang terbaik.

6. Penyandang disabilitas pasti lebih sering datang ke Kafe Sunyi karena tempat ini ramah difabel. Desain ruangan dan fasilitas di sana dibuat dengan hati-hati agar nyaman bagi mereka, yang jarang ditemukan di tempat lain.

Baca Juga: Chapter 5 Graffiti, Kunci Jawaban Latihan Soal Bahasa Inggris Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka Hlm. 117: Let’s Discuss

7. Penulis memilih judul “Menyesap Sepi di Kafe Sunyi” karena menggambarkan suasana makan dan minum yang sangat tenang, penuh dengan kesunyian, tapi penuh makna dan kehangatan bagi pengunjungnya.

8. Nah, untuk jawaban untuk pertanyaan tersebut, itu bisa berbeda-beda, ya!, tergantung pengalaman dari masing-masing siswa.

Semoga kunci jawaban Puisi ‘Kisah Sedih tentang Telepon Genggam’ dan teks ‘Menyesap Sepi di Kafe Sunyi’ Buku Bahasa Indonesia halaman 182-186 Kurikulum Merdeka ini memberikan penjelasan yang mudah dimengerti, ya! ***