

inNalar.com – Melansir informasi dari Al-Jazeera, saat ini rumah sakit di Gaza sedang kewalahan karena tentara Israel terus membombardir jalur Gaza semalam termasuk rumah-rumah Palestina.
Perang ini telah berlangsung sejak 4 hari setelah Hamas mengirimkan roket dan pesawat tempur ke Israel terhadap serangan yang sebelumnya belum pernah terjadi.
Tentara Israel telah melakukan berulang kali melancarkan berbagai serangan seperti udara, laut, dan artileri ke seluruh Jalur yang ada di Gaza.
Menteri Pertahanan, Israel Yoav Gallant mengatakan dia telah meminta militer untuk meningkatkan intensitas secara signifikan jika menyerang Gaza.
Lebih lanjut, ia juga memerintahkan untuk melakukan “blokade penuh” terhadap Gaza untuk memutus pasokan bahan bakar, air, makanan dan listrik yang ada disana. Sehingga memungkinkan terjadinya kekurangan yang cukup parah terhadap makanan dan air minum karena kebijakan yang dilakukan oleh Israel.
Dalam siaran radio tentara Israel menyatakan ada 1000 sasaran diserang di jalur Gaza dan serangan akan terus berlanjut bahkan jika tawanan terluka.
Bahkan, WHO melalui juru bicara, Tarik Jasarevic saat berada di konferensi pers Jenewa mengatakan untuk melakukan bantuan medis ke rumah sakit di jalur Gaza yang sedang mengalami kewalahan.
Ini dikarenakan kondisi fasilitas medis dapat dikatakan tidak baik dimana kamar mayat dalam keaadaan penuh dan membludaknya jumlah orang yang mengalami luka-luka.
Setidaknya korban yang meninggal sekitar 770 warga Palestina di Gaza, 3.726 terluka dan kurang lebih terdapat 900 orang di Israel.
Selain itu, dikabarkan ada 2 jurnalis dari Palestina di antara 5 orang yang tewas akibat serangan Israel di gaza pada hari ini (10/10/2023).
Diketahui, pada hari Sabtu serangan yang dilakukan oleh Hamas secara mendadak terjadi setelah pemukim Israel menyerang kompleks Masjid Al-Aqsa.
Akibat konflik yang meletus dari kedua pihak sehingga terdapat lebih dari 1.000 tewas di Israel dan kurang lebih ada 765 orang tewas di Gaza.
Memang kondisi ini terjadi dalam beberapa hari terakhir dan ada banyak warga Palestina dibunuh oleh Israel dalam waktu beberapa bulan terakhir. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi