

InNalar.com – Melansir informasi dari Israel National News, Presiden Israel Isaac Herzog, mengucapkan rasa terima kasih kepada Joe Biden setelah pidatonya tentang serangan yang dilakukan oleh Hamas.
Diketahui, kedutaan Besar Israel di Washington mengatakan pada hari Selasa kemarin serangan yang dilakukan oleh Hamas telah menewaskan lebih dari 1.000 warga dari Israel.
Dalam postingannya di X atau Twitter, ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat, mewakili seluruh rakyat (Israel). Kami sangat berterima kasih. Amerika adalah teman baik Israel, rakyat (Israel) dan bangsa yahudi.
Menurut penuturan dari juru bicara Departemen Luar Negeri, Matthew Miller mengungkapkan, untuk menunjukkan dukungan bahkan Biden mengirim diplomat utamanya yaitu Antony Blinken ke Israel.
Lebih lanjut, Antony dijadwalkan akan berangkat ke wilayah tersebut pada hari ini (11/10) dan bertemu dengan para pejabat disana untuk menyampaikan “pesan solidaritas dan dukungan”.
Dalam pidatonya, Biden berkata, “Ada momen-momen dalam hidup ini, ketika kejahatan yang murni dan murni dilepaskan ke dunia ini. Rakyat Israel mengalami momen seperti itu pada akhir pekan ini.”
Baca Juga: Tes Kepribadian: Ungkap Kepribadian Seseorang Berdasarkan Gaya Rambut, Kamu Termasuk yang Mana?
Ia juga menjelaskan tangan berdarah yang dimiliki Hamas, kelompok yang keberadaannya bertujuan untuk membunuh Yahudi. Ini menjadi tindakan yang sangat jahat.
Selain itu, Biden merasa kesedihan yang dirasakan oleh orang yahudi bukan menjadi perkara baru. Serangan ini membuka luka dan kenangan lama orang yahudi karena serangan antisemitisme dan genosida selama satu milenium.
Dalam pidatonya Presiden AS ini juga mengungkapkan dengan tegas, “pada saat ini, kita harus jelas: Kami mendukung mereka, kami mendukung mereka.”
Ia akan memastikan kebutuhan Israel untuk menjaga warganya, mempertahankan diri dan menanggapi serangan ini.
Menurutnya, dalam serangan yang terjadi Hamas tidak membela hak rakyat Palestina namun tujuan utamanya memusnahkan Negara Israel dan membunuh orang-orang Yahudi.
“Mereka memanfaatkan warga sipil Palestina sebagai tameng manusia. Hamas hanya menawarkan teror dan pertumpahan darah, tanpa memandang siapa yang menanggung akibatnya.” Kata Biden
Bahkan, ia baru saja selesai menelpon Perdana Menteri Netanyahu untuk mengatakan apabila Amerika Serikat juga mengalami apa sama mereka, respons kami akan cepat, tegas, dan luar biasa.
Ternyata ini menjadi panggilan ketiga kalinya antara 2 tokoh ini sejak terjadinya perang.
Presiden menegaskan kembali bahwa AS memberikan dukungan dan sepenuhnya mendukung hak Israel untuk membela diri dari serangan tersebut.
Perdana Menteri berterima kasih kepada Presiden AS atas dukungannya yang tegas dan menegaskan bahwa kampanye yang kuat dan berkepanjangan “which Israel will win” akan diperlukan.
Kemudian, Netanyahu mengatakan kepada Biden, “Tuan Presiden, Joe Biden, saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Anda yang berkelanjutan dan tegas serta kerja keras seluruh pemerintahan Anda untuk mendukung kami.”
Menurutnya, dukungan Biden menunjukkan komitmen penuh dari dirinya, pemerintahan dan rakyat Amerika pada Israel.
Dia menggambarkan kronologi awal kejadian dimana ada hari Sabtu (7/10) Israel dikagetkan dengan adanya serangan yang biadab dan belum pernah dilihat sebelumnya sejak Holocaust pada perang dunia II.
Ratusan orang dibantai, keluarga-keluarga disapu bersih di tempat tidur mereka. Di samping itu, Netanyahu menjelaskan perempuan diperkosa dan dibunuh dengan sadis hingga lebih dari 100 orang diculik, termasuk anak-anak.
Setelah percakapan terakhir yang dilakukan kedua tokoh negara ini, Netanyahu merasa tingkat kejahatan ini semakin buruk.
Hamas mengambil anak-anak, mengikat, membakar dan mengeksekusi mereka. Militan nasionalisme Palestina ini juga dikatakan telah memenggal kepala tentara. Mereka membantai anak muda yang datang ke festival alam dan memastikan bahwa mereka membunuh semua orang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi