Joe Biden Jadi Satu-satunya Presiden Amerika Serikat yang Paling Pro Israel, Ini Sederet Buktinya!

inNalar.com – Gencatan senjata Palestina-Israel telah berlangsung hampir satu pekan.

Hal ini tentu menarik perhatian seluruh dunia, khususnya Amerika Serikat.

Joe Biden, presiden Amerika Serikat saat ini, telah menyampaikan pernyataan dukungan penuh kepada Israel.

Baca Juga: Investasi Rp14 Triliun, Kota Vertikal di Batam Kepulauan Riau Sempat Kena Protes Warga dan Bandara karena…

Ariel Gold sampai menyebut bahwa ini adalah pidato presiden yang paling pro Israel sebagaimana dilansir dari Aljazeera.

Ariel Gold, selaku anggota Fellowship of Reconciliation, menganggap pidato Joe Biden sangat terang-terangan.

“Biasanya kami menyampaikan pidato dengan sekedar basa-basi saja,” kata Gold saat menjelaskan.

Baca Juga: Siap Mendukung Energi Bersih, Perusahaan Pupuk di Jawa Timur Ini Kembangkan Green Hydrogen Guna Kurangi Emisi

“Joe Biden benar-benar berjanji menjadi bagian Israel dan menyatakan niat meluncurkan perang yang kejam dan mengerikan,” katanya saat menerangkan.

Menurut Gold, jika sudah begini, konflik panjang antara Hamas-Israel takkan pernah ada solusi militernya.

Dilansir dari beberapa postingan Instagram resmi Joe Biden, Kemarin, Biden mengunggah foto Gedung Putih dengan caption: 

Baca Juga: Investasinya Rp9,8 Triliun, Smelter Bauksit Pertama di Kalimantan Barat Ini Saham Terbesarnya Punya China?

“Malam ini, Amerika menyatakan diri kepada Israel, kepada dunia, dan semua teroris di dunia, bahwa kami ada di belakang Israel, itu tidak akan berubah,” tulisnya.

Setelah itu, Joe Biden mengunggah gambar dirinya bersama tim keamanan nasional Amerika Serat untuk membahas rencana pengarahan Israel.

Biden juga mengunggah fotonya saat sedang berpidato. Ia memperjelas pernyataan bahwa Amerika Serikat berdiri bersama barisan Israel.

Saat artikel ini ditulis, postingan terakhir Joe Biden masih menggunakan gambar dirinya berpidato. Ia menyebut, tindakan Amerika bukan bermaksud menghina agama.

“Tidak ada kebencian di Amerika. Kami tidak melawan Yahudi maupun Muslim. Kami hanya menolak terorisme tanpa pandang bulu. Itu yang selalu kami lakukan. Itulah yang Amerika perjuangkan,”tulisnya. ***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]