Kebingungan Akibat Serangan Hamas, Israel Kalang Kabut Tak Bisa Prediksi Kekuatan Pasukan Palestina

inNalar.com – Serangan kejutan Hamas yang terjadi pada sabtu kemarin waktu setempat merupakan, serangan yang menimpa Israel cukup fatal dibandingkan sebelumnya.

Bagaimana tidak, terlihat taktik serangan dan perencanaan yang begitu matang oleh militer Hamas, sehingga mampu melumpuhkan garis serangan Israel.

Bahkan Israel sampai kalang kabut meminta bantuan terhadap Amerika Serikat, seperti yang diketahui di media massa lain. Joe Biden mengirimkan bala bantuan untuk melawan serangan balik Hamas.

Baca Juga: 80 Persen Berprofesi Pengemis, Warga di Madura Ini Justru Miliki Rumah Mewah hingga 4 Ekor Sapi, Benarkah?

Kelompok Hamas mampu menggunakan operasi multi-domain yang dikenal dengan serangan sempurna baik di darat, laut dan udara.

Rancangan serangan Hamas mampu melumpuhkan titik vital pertahanan Israel, terutama mengenai pos pengamatan yang diserang menggunakan drone.

Sebelum akhirnya perang semakin meletup dengan adanya roket yang diluncurkan ribuan kali oleh Hamas. Iron Dome yang berfungis sebagai penjaga kawasan udara Israel sudah hancur akhirnya serangan roket Hamas mampu meluluh-lantakkan lokasi pertahanan Israel.

Baca Juga: Ulas Sosok Achmad Husein, Bupati Banyumas yang Viral Usai Daerahnya Jadi Tuan Rumah Smart Green ASEAN Cities

Diketahui Hamas telah mendapatkan inspirasi dan pembelajaran dari tentara Hizbullah Lebanon yang memiliki taktik perang dan infrastruktur yang memadai.

Hamas juga telah menerima pelatihan dan bantuan senjata dari Iran, dilansir dari Al Jazeera.

Kelompok militan Hamas telah mengevaluasi taktik perang mereka dengan melakukan pembelajaran dari perjuangan Jenin (2002) yang telah mempertemukan Hamas dan Israel.

Serangan roket yang diluncurkan Hamas juga diketahui mendapatkan referensi dari Iran, mereka belajar membuat roket dan mengarahkan akurasi yang tepat.

Baca Juga: Investasi Rp14 Triliun, Kota Vertikal di Batam Kepulauan Riau Sempat Kena Protes Warga dan Bandara karena…

Beberapa pertemuan perang tersebut telah mengajarkan Hamas terkait taktik perang perkotaan dan penggunaan infrastruktur sipil sebagai salah satu domain mereka menggunakan kekuatan perangnya.

Bahkan, terbaru Israel sangat kewalahan ketika pada hari minggu di perbatasan Lebanon tentara Hizbullah sempat menyerang Israel.

Pada hari kemaren, selasa diketahui Israel lebih tepatnya Tel Aviv telah diserang habis-habisan dengan roket dari Suriah.

Perang tak terhindarkan sangat berkecamuk, dengan adanya serangan Lebanon dan Suriah, Israel dipastikan hampir lumpuh mengenai strategi perang yang terjadi.

Hal inilah yang menyebabkan pertempuran semakin bergejolak dan turunnya Joe Biden ke medan perang membantu Israel yang sedang kesulitan.

Dilansir dari Al-Jazeera tentara Israle menyebutkan bahwa roket tersebut jatuh di area terbuka Tel Aviv.

Mengakibatkan serangan Suriah tersebut memberikan rasa takut terhadap warga sipil Israel. Setelah adanya serangan dari Suriah, Israel tak tinggal diam.

Israel menyerang balik Suriah dengan menembakkan mortir dan roket ke wilayah Suriah sebagai bentuk serangan balasan yang telah menghancurkan area terbuka di Tel Aviv. ***

 

Rekomendasi