

inNalar.com – Akibat dari serangan Hamas yang dilakukan pada 7 Oktober 2023 lalu, jumlah korban tewas di Israel terus bertambah setiap harinya.
Memasuki hari kelima, yakni 11 Oktober 2023, jumlah korban meninggal di pihak Israel mencapai 1.200 orang.
Di antara 1.200 orang korban meninggal di pihak Israel tersebut, empat belas di antaranya adalah warga Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Usai Gelontorkan 3,8 Miliar Dolar, Joe Biden Janji Tambah Anggaran Perang untuk Israel Melawan Hamas
Lebih dari 250 orang diantara mereka merupakan korban yang menghadiri acara festival musik di hari Hamas melakukan penyerangan tidak terduga.
Selain itu, sebanyak 2.700 orang juga dilaporkan terluka akibat serangan yang dilakukan Hamas.
Lebih dari 100 orang disandera Hamas dengan membawa mereka masuk ke wilayah Gaza.
Adanya korban meninggal dan terluka tidak hanya terjadi di pihak Israel saja.
Setidaknya ada 900 orang Palestina yang meninggal dari serangan yang Israel lancarkan ke Palestina sebagai bentuk balasan kepada Hamas.
Sekitar 140 korban meninggal tersebut adalah anak-anak.
Baca Juga: Tentara Israel Temukan 40 Bayi Tewas di Desa yang Diserang Hamas, Beberapa di Antaranya Dipenggal!
Serangan yang dilancarkan Israel ke Gaza ini setidaknya membuat 4.500 orang luka-luka.
Namun, selain mengakibatkan banyak orang meninggal serta luka-luka, serangan udara Israel ini membuat pabrik listrik di Gaza kekurangan bahan bakar.
Dilansir inNalar.com dari Aljazeera, pabrik listrik di Gaza sudah sudah mulai kehabisan bahan bakar.
Tidak menutup kemungkinan, perusahaan yang menyuplai listrik ke wilayah Gaza akan berhenti dalam beberapa jam.
Akibat dari banyaknya bom yang dijatuhkan Israel ke wilayahnya, banyak daerah di Gaza yang sudah tidak menggunakan listrik.
Beberapa rumah sakit dan tempat perlindungan bahkan harus beroperasi tanpa listrik sama sekali.***