

inNalar.com – Sebuah warung di pegunungan Anjasmoro, Mojokerto, Jawa Timur diketahui buka 24 jam di tengah hutan.
Anjasmoro adalah perkumpulan gunung yang membentang luas melewati Jombang, Kediri, Mojokerto, Malang, dan Kota Batu.
Anjasmoro memiliki lebih dari 40 puncak. Sayangnya, pendakian di pegunungan ini telah resmi ditutup seterusnya.
Baca Juga: Dukung Israel, Benarkah Presiden Amerika Serikat Jadi Target Serangan Iran dalam Waktu Dekat?
Selain sebagai wisata pendakian, pegunungan ini menyimpan guyuran mata air yang disebut Air Terjun 7 Bidadari.
Lokasi tepatnya ada di desa Rejosari, kecamatan Jatirejo, kabupaten Mojokerto, provinsi Jawa Timur.
Desa Rejosari merupakan desa terpencil yang terkenal produk khas daerahnya, yaitu Kopi Asmoro.
Baca Juga: Tanggapan Presiden Erdogan Terkait Konflik Israel-Hamas: Turki Siap Lakukan Segala Bentuk Mediasi?
Sejak tahun 2015 saat air terjun diresmikan sebagai tempat wisata, banyak warga dan para pelancong berkunjung.
Namun, ketika pandemi Covid datang pada tahun 2019, semuanya perlahan berubah. Desa Rejosari tak ramai seperti dulu.
Warung yang didirikan satu persatu mulai tutup. Tapi tidak dengan warung pak Paiman.
Baca Juga: Kebingungan Akibat Serangan Hamas, Israel Kalang Kabut Tak Bisa Prediksi Kekuatan Pasukan Palestina
Meski semuanya sudah pindah, pak Paiman masih bertahan di tempat yang sama, bahkan 24 jam.
Lokasi warung yang terletak di tengah hutan yang sepi enggan membuatnya pindah sebagaimana dilansir dari salah satu video YouTube yang diunggah oleh akun Jejak Richard.
Warung ‘abadi’ ini telah bertahan kurang lebih selama delapan tahun.
“Biasanya yang beli disini tuh ya anak-anak dari bawah yang mau main keatas,” ungkap Pak Paiman.
Warung ini tetap ada pembeli. Warga sekitar yang ingin naik gunung melihat pemandangan biasanya mampir.
Pak Paiman juga menyampaikan, malam hari selalu ramai dipenuhi bapak-bapak begadang.
Hawa dan suasana warung, ditambah suara gemericik aliran air di sekitarnya membuat siapapun yang singgah betah. ***