

inNalar.com – Megaproyek ambisius pembangunan ‘Kota Vertikal’ Hunian terintegrasi di Batam, Kepulauan Riau semakin terealisasi secara bertahap.
Meski alami sederetan kendala sepanjang proses pembangunannya, Kota Vertikal di Batam, Kepulauan Riau ini tetap berlanjut.
Pada tahun 2020, megaproyek terbesar di Batam, Kepulauan Riau ini sempat dikhawatirkan terancam gagal bangun sebab Pandemi Covid-19.
Namun menurut pihak pembangun, yakni PT Pollux Properties Tbk yang bekerja sama dengan keluarga Presiden RI ke-3 B.J. Habibie, pembangunannya tetap dilanjutkan hanya saja bertahap.
Hal tersebut ditandai dengan telah dilakukannya serah terima kunci kepada pihak konsumen pada 27 Desember 2019.
Megaproyek senilai Rp 14 triliun ini dirancang menjadi kawasan hunian modern dengan model Kota Vertikal di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Baca Juga: Kronologi Luhut Binsar Pandjaitan Jatuh Sakit, Pemulihan di Rumah Sakit Jakarta hingga Singapura
Megaproyek ini akan dibangun melalui empat tahap pembangunan. Dilansir dari situs Pollux, fokusan tahap pertama yang dirampungkan meliputi 4 tower apartemen yang menyajikan 2.590 unit hunian.
Selain itu, Pollux Habibie Mall Batam yang terdiri dari 2 lantai dan 113 unit ruko.
Diproyeksikan total tower gedung pencakar langitnya akan mencapai 11 unit dengan ketinggian 350 meter.
Namun, proses pembangunannya tidak terlepas dari rentetan permasalahan.
Sempat beredar kabar bahwa pihak otoritas Bandara Hang Nadim Batam di Kepulauan Riau dan Bandara Changi di Singapura memprotes ketinggian tower yang menjulang tinggi tersebut.
Pasalnya dengan ketinggian tersebut dikhawatirkan akan mengganggu lalu lintas udara.
Selain itu, diketahui pula sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi pengerjaan proyek tersebut melayangkan protes ke pihak Komisi I DPRD Batam karena beberapa alasan berikut.
Warga sekitar pembangunan mega superblok Batam ini diketahui menyampaikan empat permasalahan, yaitu dampak debu yang mengganggu kawasan hunian warga.
Selanjutnya, adanya suara konstruksi pembangunan yang tetap beraktivitas pada waktu tenang seperti saat jam ibadah.
Kemudian, salura air ke perumahan mereka menjadi tersumbat sejak adanya pembangunan tersebut dan mempertanyakan proses kajian Amdal yang dinilai kurang tepat sasaran.
Adapun pihak pembangun megaproyek terbesar di Batam, Kepulauan Riau ini mengaku siap mengatasi permasalahan dampak pembangunan tersebut.
Sebagai informasi, apartemen Pollux Habibie, tepatnya di tower 4 bagian rooftop sempat mengalami kebakaran pada Kamis, 13 Oktober 2022.
Beruntungnya tower yang menjadi lokasi kebakaran adalah kawasan yang saat itu belum ada penghuninya.***