
inNalar.com – Artikel kunci jawaban Bahasa Indonesia berikut membahas materi Bab 7, kegiatan yang akan dieksplorasi siswa kelas 5 SD kali ini adalah membaca Diagram Sebab Akibat.
Pastikan buku paket yang menjadi acuan para siswa berbasis Kurikulum Merdeka, ya! Jika sudah sesuai, mari buka halaman 154 dan lihatlah diagram sebab akibat tersebut.
Terdapat dua diagram yang perlu ditelaah oleh para siswa. Untuk mengerjakan latihan soal tersebut, siswa perlu berdiskusi dengan teman sebangku di kelas.
Baca Juga: 5 Kota di Jawa Timur Ini Fasilitasi Pelajar dengan Bus Sekolah Gratis, Daerahmu Ada?
Pada Diagram 1, kita diinstruksikan untuk menulis tiga kalimat hubungan sebab-akibat yang tepat dari sebuah gambar ilustrasi.
Perhatikan 3 kata kunci Peristiwa – Karena – Maka…
Yuk kita kerjakan bersama-sama latihan soal Bahasa Indonesia Diagram 1 Sebab Akibat halaman 154, siswa kelas 5 SD bisa mempelajari kunci jawaban berikut.
Kunci Jawaban
1. Karena adik disengat lebah, maka muka adik bengkak.
2. Karena pensilnya patah, maka adik tidak bisa menyelesaikan PR-nya.
3. Karena adik terjatuh, maka Ibu segera datang menolong.
Selanjutnya kita mengulik Diagram 2. Latihan soal kali ini cenderung lebih kompleks, karena kita diminta untuk menguraikan hasil diskusi secara bertahap.
Baca Juga: 10 Jurusan Sepi Peminat di UGM Yogyakarta untuk SNBP 2025, Ada Prodi Pilihanmu?
Pertama, tentukan dahulu mana kalimat dari ilustrasi di halaman 155 yang merupakan sebab dan akibat.
Kunci Jawaban
Sebab
1. Curah hujan tinggi
2. Daya resapan air terbatas
3. Banyak sampah yang menyumbat saluran air
4. Lokasi di dataran rendah
Akibat
1. Rumah dan bangunan rusak terendam air
2. Timbul penyakit
3. Gangguan transportasi
4. Tidak bisa kerja atau sekolah
Hubungan sebab akibat di atas menggambarkan peristiwa banjir.
Baca Juga: Pelajar di Papua Pegunungan Demo Program MBG, Begini Tanggapan Mendikdasmen Abdul Mu’ti
Lantas, apa yang dapat kalian simpulkan dari kedua diagram di atas?
Peristiwa banjir di suatu wilayah dapat terjadi ketika curah huhan cenderung tinggi, ditambah lagi daya resapan air perkotaannya terbatas dan banyak sampah yang menyumbat saluran air, serta lokasi tempat tinggal berada di dataran rendah.
Curah hujan yang deras dapat menyebabkan saluran air tidak mampu lagi menampung air, sehingga air meluap dan menggenangi daerah sekitarnya.
Akibatnya, rumah dan bangunan bisa rusak terendam air, dan genangan air yang melebar hingga ke jalanan menyebabkan pergerakan transportasi pun menjadi terganggu.
Banjir pun pada akhirnya dapat menciptakan lingkungan yang tidak sehat, sehingga tidak jarang anak-anak diserang penyakit seperti diare atau demam berdarah.
Jika kondisinya demikian, tidak jarang pula mereka tidak bisa berangkat kerja atau bersekolah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi