Butuh Biaya Investasi Rp13,4 Triliun, Proyek Jalan Tol di Sumatera Utara Ini Terhubung ke Wisata Danau Toba!

InNalar.com – Salah satu fungsi pembangunan jalan tol di Indonesia ialah untuk memudahkan mobilisasi masyarakat.

Termasuk, pembangunan jalan tol yang ada di Sumatera Utara ini. Yaitu, Jalan Tol Kuala Tanjung- Tebing Tinggi- Parapat, sepanjang 143,25 Km.

Jalan tol ini terbagi menjadi 6 seksi. Dimulai dari seksi 1 Tebing Tinggi sampai Indrapura dengan panjang 20,4 Km.

 Baca Juga: Tes Kepribadian: 5 Pertanyaan Ini Tentukan Karakter Sifat Aslimu! Beserta Penjabaran Analisis Jawaban

Kemudian, Seksi 2 Indrapura- Kuala Tanjung memiliki panjang total 18,05 Km.

Sedangkan, jalan tol seksi 3 Tebing Tinggi hingga Serbelawan sepanjang 30 Km. Seksi 4, Serbelawan hingga Pematang Siantar 28 Km.

Adapun, untuk seksi 5 Pematang Siantar sampai Seribudolok, dan seksi 6 Seribudolok hingga Parapat memiliki panjang 50 Km.

 Baca Juga: Pantau Proyek Irigasi Belasan Miliar Rupiah di NTB, Tolak Kecurangan Anggaran Masuk Kantong Pribadi, Lokasi…

Pembangunan jalan tol ini bertujuan untuk mendukung pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara.

Dimana, dengan adanya pembuatan jalan ini bisa menambah pilihan akses wisatawan menuju lokasi wisata.

Bahkan, mempercepat waktu perjalanan menuju Pelabuhan Kuala Tanjung dan Wisata Danau Toba.

 Baca Juga: Wow! 5 Daerah ini Jadi Gudangnya Penghasil Wanita Cantik di Wilayah Jawa Timur, Penasaran?

Bahkan, jalan tol ini juga akan terhubung dengan kawasan industri dan bandara.

Selain itu, pembangunan jalan tol diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan sekaligus menghidupkan perekonomian di Sumatera Utara.

Pembangunan jalan tol ini membutuhkan biaya investasi sekitar 13,4 triliun.

Dimana, jumlah tersebut sudah termasuk biaya konstruksi senilai 9,6 triliun rupiah.

Pemerintah sendiri sebelumnya menargetkan operasi jalan tol ini pada tahun 2020.

Meski demikian, hingga kini jalan tol ini masih dalam upaya penyelesaian sepenuhnya dan pemerintah menargetkan 2023 ini sudah selesai semua.

Adapun, untuk seksi 1 dan sebagian seksi 2 sudah pernah dilakukan uji laik fungsi (ULF), agar kemudian bisa mendapatka sertifikat pengoperasian.

Sebelumnya, pembangunan jalan tol ini sebagai lanjutan dari jalan tol Medan Kualanamu dan Tebing Tinggi (MKTT).***

 

Rekomendasi