

InNalar.com – Efek domino harga minyak dunia akibat perang Israel-Palestina. Akankah harga minyak stabil? atau justru semakin labil?
Sejak pertempuran antara Israel dengan Hamas di Gaza menyebabkan harga minyak global alami kenaikan yang sangat signifikan.
Patokan global naik 4,2 persen menjadi 88,15 per barel, sementara pasokan AS West Texas naik 4,3 persen menjadi 86,38 per barel.
Sementara banyak yang akan tergantung pada bagaimana konflik berlangsung yang kemungkinan terbatas.
Morgan Stanley mengungkapkan jika konflik ini yaitu pasokan minyak yang rendah bisa berubah. Namun, jika telah menyebar ke negara lain.
Kini mantan presiden AS Donald Trump menerapkan kembali sanksi terhadap industri minyak Iran pada 2018.
Sedangkan ekspor dan produksi minyak Iran baik pada 2022 dan 2023.
Keterlibatan Iran dengan serangan Hamas ini nantinya akan mengalami kemunduran bagi negoisasi dan menyebabkan sanksi AS terhadap energi Iran.
Kenaikan harga minyak memunculkan cerita akan krisisnya minyak 1973 yang mengikuti perang Oktober.
Saat Mesir dan Suriah melancarkan serangan mendadak terhadap Israel untuk mendapatkan kembali wilayah.
Produksi minyak dan penempatan embargo serta beberapa sekutunya. Hal ini yang menyebabkan harga minyak meningkat emppat kali lipat selama bulan-bulan selanjutnya.
“Probabilitas mendekati nol dari lonjakan harga yang dramatis saat ini,” ujar Rothman yang dikutip dalam tulisan aljazeera.
Dampaknya, mmembuat banyak orang di OPEC menganggap bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan besar.***