Introvert atau Ekstrovert? Kepribadian Seseorang Ternyata Tak Melulu Sehat Kondisinya, Kenali Ciri-cirinya

inNalar.com – Semua individu mempunyai kepribadian yang berbeda-beda pada masing-masing dirinya. 

Kepribadian sendiri dapat terlihat bagaimana para individu berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari atau dengan lingkungannya. 

Melansir dari Diskominfo, kepribadian memiliki arti cara satu individu dalam bereaksi dan bercengkrama dengan individu lainnya. 

Baca Juga: Tetap Tenang, Uang Terbakar Bisa Ditukar, Pahami Syarat dari Bank Indonesia, Tapi Akan Ditolak Jika….

Ada dua tipe kepribadian yang sering terdengar dan dijumpai yaitu kepribadian ekstrovert dan introvert. 

Pada kepribadian ekstrovert adalah pribadi yang berenergi dalam berinteraksi sosial dengan pribadi yang terbuka dan senang bergaul juga memiliki tingkat kepedulian yang tinggi 

Sebaliknya kepribadian introvert yang lebih suka menyendiri dan cenderung pendiam serta lebih peduli pada pemikiran dunia mereka sendiri. 

Baca Juga: Ada Hoax Dikalangan Tentara Israel, Sebut Hamas Sekap 40 Bayi Yahudi, Ini Fakta Kebenarannya

Lalu kepribadian memiliki beberapa aspek yang mencangkup karakter, temperament, sikap, stabilitas, responsibilitas dan sosiabilitas. 

Adapun dua jenis kepribadian dengan keadaan yang sehat dan tidak sehat. 

Pada kepribadian yang sehat terdapat ciri-ciri seperti:

Baca Juga: Salah Satu Mahasiswi Kota Semarang Ditemukan Meninggal Dunia di Indekos dan Tinggalkan Secarik Kertas

– Mampu menilai diri sendiri, menilai situasi, menilai prestasi dengan cara realistik. 

– Dapat bertanggung jawab dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi.

– Mempunyai sifat mandiri dalam berpikir, bertindak, mengambil keputusan dan mengembangkan diri.

– Aktif dalam partisipasi kegiatan sosial  dan berperilaku ramah terhadap sesama.

– Terlihat bahagia dengan beberapa faktor pendukung berupa prestasi, penerimaan sampai kasih sayang yang membuat kehidupannya terlihat bahagia. 

Lain halnya pada kepribadian yang tidak sehat, biasanya individu bisa dilihat pada beberapa tanda:

– Mudah tersinggung untuk hal-hal yang kecil, memiliki sifat kecemasan dan kekhawatiran yang ditujukan secara berlebihan. 

– Sering merasa tertekan atau mengganggu individu lain yang lebih muda dan tidak memiliki kekuatan dalam melindungi diri. 

Kepribadian juga bisa terjadi akibat faktor keturunan dari segi genetika mulai dari bentuk fisik sampai perilaku individu.

Selain faktor keturunan, kepribadian juga dapat ditimbulkan dari faktor lingkungan dengan pengaruh dari keluarga, teman atau kelompok sosial. 

Kepribadian juga memiliki keunikan dalam pribadi masing-masing yang dapat digunakan dalam beradaptasi atau menyesuaikan di lingkungan sekitar. ***

 

Rekomendasi