

inNalar.com – Indonesia tercatat memilki 17 ribu pulau yang tersebar disetiap wilayahnya, sari sekian banyaknya pulau, terdapat sebuah pulau yang dinilai menjadi yang terpadat di dunia yakni Pulau Bungin.
Pulau Bungin snediro terletak di lepas laut Bali, namun pulau ini secara administratif merupakan salah satu desa di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Indonesia.
Bungin berasal dari kata bubungin yang dalam bahasa Bajo berarti tumpukan Pasir Putih di tengah Samudra luas.
Pulau Bungin hanya memiliki luas 8,5 hektar dan dihuni dengan lebih dari 5 ribu penduduk, mayoritas penghuninya adalah suku Bajo dari Sulawesi Selatan.
Selain itu diketahui pula suku Bajo ini telah menghuni Pulau Bungin di NTB sejak 200 tahun silam, suku Bajo memang terkenal sebagai suku yang hidup di daerah laut dan juga sekitar perairan.
Desa Pulau Bungin dijuluki sebagai pemukiman terpadat di dunia, hal ini dikarenakan hampir tidak ditemukannya lahan kosong di pulau tersebut.
Baca Juga: Targetkan Investasi Hingga Rp36,25 Triliun, KEK Galang Batang Kepulauan Riau Baru Rampung Tahun 2027
Desa Pulau Bungin NTB juga tidak memiliki garis pantai maupun lahan hijau, sementara saking padatnya rumah-rumah penduduk di sini saling berdempetan satu sama lain.
Jika wisatawan berkunjung, mereka akan disambut oleh nuansa perkampungan padat penduduk dengan rumah-rumah panggung berhimpit satu sama lain yang menghiasi seluruh daratan pulau.
Dilansir inNalar.com dari Youtube Jelajah Bumi, Pulau ini bahkan sampai tidak memiliki garis pantai, sebab sepanjang pesisir pulaunya telah dibangun tempat tinggal.
Kondisi penduduknya yang saling hidup berdesakan, membuat Pulau ini menjadi salah satu destinasi wisata yang unik.
Jika kebanyakan wilayah Sumbawa mempunyai destinasi yang identik dengan laut biru serta hamparan pasir putih, Pulau ini justru akan menampilkan hal yang tidak biasa
Meski tidak memiliki pesisir pantai, di pulau ini terkenal akan wisata kuliner seafood yang memiliki cita rasa gurih khas pulau Bungin.
Tak hanya itu, Pulau di NTB ini juga terdapat keunikan lainnya yakni adanya Resto apung yang menyajikan banyak hidangan laut.
Suku Bajo sudah terkenal sebagai pelaut ulung, sehingga tidak heran jika anak-anak di bumi Mahir menjelajah lautan dan berburu ikan di laut
Anak-anak yang tinggal di Desa Bungin ini telah terbiasa untuk membantu orang tuanya bekerja yakni menyelami lautan untuk mencari ikan di laut.
Masyarakat Bajo di Pulau ini merupakan masyarakat laut yang berasal dari Sulawesi Selatan yang telah bermigrasi sejak ratusan tahun yang lalu, hingga akhirnya menetap di kawasan pantai pulau Sumbawa.
Bahasa sehari-hari penduduk Pulau Bungin di NTB bukan bahasa asli daerah Sumbawa melainkan menggunakan bahasa Bajo.
Karena 80% warganya menjadi nelayan hampir setiap rumah memiliki perahu motor pribadi, kendaraan ini jugalah yang digunakan warga untuk memancing ikan atau lobster di laut.
Uniknya, rumah yang berdiri di desa ini tidak menggunakan batu atau tanah sebagian dasar pondasinya, melainkan menggunakan terumbu karang yang sudah mati sebagai dasar rumah.
Selain itu, warga juga tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli tanah, sebab mereka dapat mengeruk tanahnya sendiri.***