Punya Monumen Bunga Rafflesia Arnoldii, Pembangunan Jalan Tol di Pulau Sumatera ini Telan Dana Rp4,8 Triliun

 

InNalar.com – Saat ini beberapa daerah di Indonesia mulai memiliki kawasan jalan tol, yang bisa mempercepat waktu tempuh perjalanan.

Salah satunya di Pulau Sumatera ini. Terdapat Jalan Tol Taba Penanjung hingga Bengkulu.

Jalan tol ini merupakan seksi 3, yang merupakan rangkaian dari tol Lubuk Linggau- Curup- Bengkulu.

Baca Juga: Pertama di Sulawesi Utara, Jalan Tol Manado-Bitung Seharga Rp8,935 Triliun Simpan Saham Milik 3 PT, Siapa?

Di mana, ruas tol seksi 1 menghubungkan Lubuk Linggau Kepahiang, dan seksi 2 menguhubungkan Kepahiang Taba Penanjung.

Adapun, jalan tol seksi 3 ini memiliki panjang 17,6 Kilometer. Sedangkan total keseluruhan jalan tol dari Lubuk Linggau hingga Bengkulu ialah 95,80 kilometer.

Pembangunan tol tersebut salah satunya bertujuan memudahkan aksesibilitas berbagai produksi di wilayah setempat.

Baca Juga: Selesai 20 Persen, Proyek Jalan Tol di Jawa Tengah Ini Membuat Waktu Tempuh Solo – Yogyakarta Hanya 20 Menit!

Misalnya, meminimalisir biaya logistik dan memperpendek waktu dalam pendistribusian barang area Sumatera.

Di sisi lain, adanya tol ini juga diharapakan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi baru.

Termasuk adanya seksi 3 Taba Penanjung- Bengkulu, Presiden Jokowi mengaharapakan agar adanya jalan tol tersebut dapat memberikan kesejahteraan masyarakat Bengkulu itu sendiri.

Khusus, jalan tol seksi 3 ini sebenarnya sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan 20 Juli tahun 2023.

Baca Juga: Butuh Biaya Investasi Rp13,4 Triliun, Proyek Jalan Tol di Sumatera Utara Ini Terhubung ke Wisata Danau Toba!

Bahkan, pengoperasiannya juga sudah dimulai sejak bulan Januari 2023.

Monumen unik

Pembangunan jalan tol seksi 3 Taba Penanjung sampai Bengkulu menghabiskan dana sebesar 4,8 triliiun.

Sedangkan, total keseluruhan biaya untuk tol Lubuk Linggau hingga Bengkulu, memiliki biaya investasi sebesar 37,61 triliun rupiah.

Sebagai bagian dari penunjang transportasi di Bengkulu. Kehadiran tol ini tidak luput dari adanya ciri khas.

Ciri khas tersebut yakni pada bagian keluar masuk jalan tol Taba Penanjung- bengkulu, telah dibangun monumen Bunga Rafflesia Arnoldi.

Perlu kita ketahui, Kota Bengkulu sendiri mendapat julukan sebagai Bumi Rafflesia.

Hal ini karena, Bengkulu menjadi tempat tumbuhnya bunga yang masuk kategori langka di dunia dan mendapat perlindungan.

Baca Juga: Butuh Biaya Investasi Rp13,4 Triliun, Proyek Jalan Tol di Sumatera Utara Ini Terhubung ke Wisata Danau Toba!

Upayakan Penghijauan

Meski sudah beroperasi dan diresmikan, jalan tol seksi 3 masih akan terus mendapat perhatian dari pemerintah.

Kementrian PUPR sendiri sebagai upaya meningkatkan kualitas jalan tol. Akan terus menilai tol di seluruh Indonesia.

Hal tersebut berguna agar para pengguna jalan tol terjamin kenyamanan dan keamanannya, saat berkendara.

Adapun terdapat tiga aspek yang dinilai dalam jalan tol versi Jalan Tol Berkelanjutan (JTB), agar memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Di antaranya, fungsi utama tol, fungsi pendukung seperti rest area, dan aspek pelengkap lain misalnya penghijauan.

Baca Juga: Pertama di Jambi! Proyek Jalan Tol Baleno Seharga Rp2,76 Triliun Ini Hubungkan 3 Provinsi, Target Selesai 2024

Adapun, upaya penghijauan sendiri juga sudah dilakukan pada jalan tol Taba Penanjung hingga Bengkulu ini.

Penanaman tumbuhan hijau sudah diperbanyak, dengan tujuan meminimalisir emisi kendaraan.

Selain itu, tol seksi 3 ini juga sudah dilengkapi fasilitas khusus top up saldo, dan juga sedang melakukan pembangunan rest area.

Diketahui Pihak Pengelola Jalan tol yang terbagi menjadi 3 seksi dan 2 simpang, yang menghubungkan Lubuk Linggau hingga Bengkulu ini adalah Badan Usaha Jalan Tol dan PT Hutama Karya.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]