

InNalar.com – Terdapat satu daerah yang bisa dibilang sebagai desa terpencil.
Tidak hanya jadi desa terpencil,bahkan wilayah ini juga disebut sebagai kampung mati.
Bagaimana tidak, sebab satu wilayah di Kulon Progo provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini hanya dihuni 1 keluarga, dan berada di tengah hutan.
Sebenarnya dahulu wilayah di tengah hutan ini memiliki 7 keluarga yang menetap disitu, namun secara perlahan-lahan mereka mulai lelbih memilih mulai pindah dari tempat tersebut.
Hingga saat ini, diketahui hanya tersisa 1 rumah yang dihuni, sedangkan masih terdapat 1 rumah yang kosong tanpa dihuni oleh satu manusia pun.
Adapun kampung mati yang dimaksud yaitu berada di Dusun Watu Belah, Kelurahan Sidomulyo, kecamatan Pengasih, kabupaten Kulon Progo.
Salah satu alasan para keluarga yang menetap disitu lebih memilih untuk pindah adalah karena tidak adanya infrastruktur yang memadai, dan begitu terpencil dari jalanan umum.
Kurang lebih sudah 4 tahun keluarga itu tinggal sendirian di kampung yang telah ditinggalkan di daerah Kulon Progo tersebut.
Selain karena berada di tengah hutan, akses jalan untuk menuju ke desa ini juga cukup sulit, karena harus melalui jalan menanjak yang terjal dan masih menggunakan tanah.
Baca Juga: Aneh Tapi Nyata, Suku di Gorontalo Ini Memiliki Tradisi Nikah Sedarah, Tidak Menerima….
Tentu perjalanan ke kampung mati tersebut akan semakin sulit, jika kondisi tengah hujan sehingga membuatnya semakin berbahaya dan licin.
Walau telah teraliri listrik, namun di desa yang berada di Yogyakarta itu jauh dari fasilitas kesehatan, sekolah, bahkan air pun cukup sulit didapat.
Jadi jangan heran jika saat berkunjung kemari, para pengunjung akan merasakan sulitnya perjalanan, sekaligus hanya akan menemui 1 rumah yang masih berpenghuni.
Melansir dari kanal YouTube Jejak Bang Ibra, keluarga yang masih menghuni di desa terpencil tersebut adalah Bapak Sumiran beserta istri dan kedua anaknya.
Uniknya selama tinggal di kampung mati yang berada di Yogyakarta tersebut, sebenarnya istri beserta anak dari Bapak Sumiran sering mengalami kejadian mistis saat tinggal di rumahnya.
Seperti saat itu istri Bapak Sumiran mendengar ada orang yang mendobrak kaca serta pintu rumahnya, padahal keluarga ini hanya tinggal sendirian.
Ada pula kejadian lain saat istri Bapak Sumiran ini dipanggil oleh tetangganya, padahal orang tersebut sudah meninggal.
Meski begitu, keluarga yang tinggal di desa Kulon Progo tersebut lebih memilih untuk tetap tinggal di kampung mati tersebut.***