

inNalar.com – Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah suku dan bahasa terbanyak di dunia berdasarkan Badan Pusat Statistik Nasional ada sekitar 1340 suku yang terdapat di Indonesia.
Banyaknya suku di Indonesia, salah satunya yaitu suku Korowai yang ada di Papua, suku ini terbilang unik terutama mengenai bagaimana mereka membangun rumah sebagai tempat tinggal.
Lebatnya hutan belantara yang berada di perbukitan selatan Papua terdapat sebuah suku pedalaman asli yang dikenal dengan sebutan Suku Korowai.
Suku Korowai dikenal akan keunikannya yakni masyarakat yang tinggal di sana memiliki rumah-rumah pohon, alih-alih menjadikan rumah pohon sebagai hiasan.
Suku Korowai membuat rumah-rumah pohon ini sebagai tempat tinggal mereka, rumah pohon ini mempunyai ketinggian mencapai 15 sampai 50 meter dan menjadi rumah tertinggi di dunia.
Dilaporkan inNalar.com dari Youtube Jelajah Bumi , rumah pohon tersebut di beri nama Xaim oleh orang-orang di Suku Korowai.
Dibangunnya rumah pohon yang menjulang tinggi ini mempunyai tujuan agar terhindar dari serangan binatang buas dan juga roh jahat.
Mengingat suku ini tinggal di pedalaman hutan Papua, tak dipungkiri mereka pastinya dikelilingi oleh banyaknya binatang buas yang ada di wilayah tersebut.
Suku ini juga diketahui takut terhadap serangan dari ‘laleo’ atau iblis yang dikenal sangat kejam oleh suku Korowai.
Laleo ini adalah makhuk yang diceritakan berjalan layaknya mayat hidup dan kerap kali berkeliaran di waktu malam.
Sebutan laleo ini juga dapat ditampilkan bagi seluruh orang asing yang bukan penduduk mereka, bahkan orang-orang Papua lainnya pun bisa disebut dengan julukan laleo.
Mereka memiliki kepercayaan bahwa dengan semakin tinggi rumah yang mereka buat maka akan semakin terhindar dari gangguan roh jahat.
Terlepas dari segala alasan tersebut Suku Korowai begitu menghargai nenek moyangnya, oleh karena itu mereka menganggap bahwa rumah tinggi tersebut merupakan warisan dari leluhur yang harus tetap dilestarikan.
Dalam pembuatan rumah ini suku Korawe tidak sembarang dalam memilih pohon, mereka akan memilih pohon-pohon yang besar dan kokoh untuk dijadikan pondasi rumahnya.
Kemudian pucuk pohon tersebut digunduli dan dijadikan sebagai hunian rumah mereka, semua bahan yang digunakan untuk membuat rumah tinggi ini terbuat dari bahan alami.
Kerangka rumah yang digunakannya pun terbuat dari berbagai batang kayu kecil, serta pada bagian lantainya menggunakan cabang pohon.
Baca Juga: Sepotong Surga di Mimika Papua, Mengenal Kuala Kencana Kota Modern Tersembunyi di Balik Rimbun Hutan
Mereka juga memanfaatkan kulit pohon sagu dan daun hutan sebagai dinding serta atap rumahnya, setelahnya semua bahan tersebut terikat menggunakan tali yang berasal dari kata-kata kasar atau akar yang kuat
Biasanya dalam pembuatan rumah pohon ini dapat memakan waktu sekitar 7 hari, dan karena suku ini masih Memegang teguh adat istiadat leluhurnya maka sebelum membangun rumah tersebut Suku Korowai akan melakukan ritual malam terlebih dahulu
Ritual ini digunakan untuk mengusir roh jahat, rumah pohon ini biasanya hanya bertahan hingga 3 tahun, mengingat bahan yang mereka gunakan untuk membuat rumah pohon ini menggunakan bahan alami dari wilayah hutan itu sendiri.
Mereka memanfaatkan rimbunnya hutan pedalaman Papua sebagai sendi kehidupannya.
Selain itu jenis hewan seperti babi dan anjing hutan mereka jadikan sebagai hewan peliharaan.
Bagi mereka hewan babi mempunyai nilai sosial yang cukup tinggi dan mereka hanya akan dibunuh pada ritual dan acara-acara khusus.
Baca Juga: Panjangnya 732 Meter, Jembatan Lengkung Pertama Papua Ini Dilengkapi 29 Lampu ReachElite Powercore
Sedangkan hewan anjing digunakan oleh mereka sebagai hewan untuk membantu berburu.
Suku Korowai berada di kawasan hutan sekitar 150 kilometer dari laut Arapura, mereka merupakan pemburu dan pengumpul yang mempunyai keterampilan dalam bertahan hidup.
Apalagi diketahui jika suku ini hampir tidak mempunyai kontak dengan dunia luar.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi