

inNalar.com – Jalan Tol Surabaya – Gempol adalah jalan bebas hambatan pertama yang dibangun di Jawa Timur.
Jalan tol tersebut membentang luas menghubungkan Surabaya dengan Gempol serta beberapa ruas tol lainnya.
Kehadirannya sendiri menjadi kunci terkoneksinya Jalan Tol Trans Jawa yang ada di Provinsi Jawa Timur.
Tidak heran jika jalan ini terhubung hingga Pasuruan, Probolinggo, hingga ke Banyuwangi.
Pembangunannya juga sukses menjadi akses utama jalur Surabaya-Malang serta Surabaya-Pasuruan.
Sudah Beroperasi Sejak 1986
Memiliki luas 48,85 km, Jalan Tol Surabaya – Gempol sudah beroperasi secara penuh sejak 26 Juli 1986 lalu.
Jalan tol ini berhasil menghubungkan kawasan metropolitan di Surabaya dengan beberapa kawasan penyangga di sekitarnya.
Seperti Mojokerto, Pasuruan, hingga Sidoarjo. Sampai saat ini, proyek tersebut tercatat sebagai ruas jalan tol tertua di Indonesia khususnya Jawa Timur.
Adapun tujuan pembangunannya adalah untuk meningkatkan mobilitas masyarakat antar kota dan kabupaten.
Baca Juga: Tewaskan Satu Orang! HRD Pabrik Tisu PT Sun Paper Mojokerto Ungkap Insiden Kebakaran dan Penyebabnya
Selain itu, kehadirannya juga mampu mendukung efisiensi perjalanan para pengemudi serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah setempat.
Ruas Jalan Tol Terpotong 6 km Akibat Lumpur Lapindo
Adanya bencana luapan Lumpur Lapindo di Sidoarjo menjadikan Jalan Tol Surabaya – Gempol terpotong sebanyak 6 km.
Peristiwa kelam tersebut telah menenggelamkan ruas jalan tol Porong – Gempol sejak tahun 2006 lalu.
Kemudian pada bulan Agustus 2006, areanya mulai terganggu akibat lumpur panas yang mulai menggenangi jalan.
Tepatnya pada kilometer 36 arah Surabaya yaitu di Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.
Sebenarnya, pemerintah sempat membuat tanggul setinggi 6 meter pada jalan tol tersebut.
Hanya saja, lumpur panas yang ada benar-benar menenggelamkannya. Tidak hanya itu, kawasan ini mengalami penurunan permukaan tanah sedikit demi sedikit.
Relokasi Jalan Tol Ruas Porong – Gempol
Akibat bencana Lumpur Lapindo yang menenggelamkan ruas jalan tol Porong – Gempol, pemerintah kemudian mulai membuat area jalan baru.
Tepatnya sejak tahun 2012 lalu sehingga diharapkan dapat menjadi solusi sekaligus penyangga jalan di Kota Porong.
Pemerintah telah melakukan proses pemindahan ruas jalan yang terendam lumpur sehingga bergeser 3 km ke arah barat dari pusat semburan lumpur.
Desain baru dibuat kembali untuk ruas jalan tol ini. Hanya saja, posisi jalan tol menjadi terpisah dengan jalan arteri.
Proses relokasi ini sendiri memerlukan lahan baru sekitar 50 hektare. Adapun biaya pembangunan ruas jalannya mencapai Rp800 miliar.
Meski begitu, kehadiran Jalan Tol Surabaya – Gempol masih tetap beroperasi secara penuh sampai saat ini.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi