Hamas Serang Israel Lagi! Balas Dendam Usai Bikin Jalur Gaza di Palestina Jadi Neraka

InNalar.com – Kelompok militan Hamas kembali memberikan serangan lanjutan ke Israel sebagai bentuk pembalasan usai membuat jalur Gaza di Palestina porak-poranda.

Hampir sepekan sudah perang antara Israel vs Palestina kembali memanas, menyusul serangan dadakan yang dilakukan oleh Hamas.

Hamas diketahui memberikan serangan dadakan di beberapa wilayah di Israel pada Sabtu (07/10/23) yang membuat peperangan di jalur Gaza, Palestina kembali pecah.

Baca Juga: Dibangun 1925, Taman Sri Deli Medan Sumut Seluas 14.884 M2 Dulunya Milik Keluarga Sultan, Namanya…

Serangan dadakan ini pun membuat Israel geram dan langsung mendeklarasikan perang.

Bahkan mereka bersumpah untuk membabat habis para pasukan Hamas yang telah menyebabkan banyaknya warga sipil dan tentara Israel tewas.

Rasa sakit hati Israel pun berujung dengan rentetan serangan udara di jalur Gaza yang tiada hentinya dari pagi ke pagi.

Baca Juga: Luncurkan Website Info Lelang 2.0, BRI Tawarkan Beragam Aset Favorit Guna Penuhi Kebutuhan Pengguna

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membantai habis pasukan musuh dan menghancurkan tempat persembunyiannya hingga tak tersisa.

Tak sampai di situ, Israel juga menganjurkan warga Gaza, Palestina agar mengungsi ke tempat aman dalam waktu 24 jam pada Jumat (13/10/23) waktu setempat.

Meski mendapatkan serangan bertubi-tubi, namun Hamas tak kenal menyerah atau pun takut.

Baca Juga: Pernah Jadi Macan Asia, Begini Kehebatan Sektor Pertanian Indonesia di Era Soeharto, Kalahkan China dan India

Pasalnya melansir dari Al Jazeera, kelompok militan Palestina itu telah meluncurkan 150 roket ke Israel.

Serangan ini dilakukan oleh Brigade al-Qassam, yang merupakan kelompok sayap bersenjata Hamas.

Mereka mengklaim telah neluncurkan 150 roket ke kota Ashkelon di Israel.

Serangan ini dianggap sebagai pembalasan dan tanggapan atas anjuran pengungsian dan penargetan warga sipil.

Hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut apakah roket tersebut berhasil dicegat atau telah menyebabkan kerusakan.

Sebelumnya Kepala Biro Politik dan Hubungan Internasional Hamas mengatakan bahwa warga Palestina tidak akan meninggalkan Tanah Air mereka.

“Kami mempunyai dua pilihan, mengalahkan kependudukan ini atau mati di rumah kami,” ucap salah satu pejabat Hamas tersebut kepada Al Jazeera.

Selain itu menurut AP News, anjuran untuk mengungsi ke tempat aman dari Israel dianggap Hamas sebagai perang psikologis yang menjijikan demi melancarkan aksi kependudukan tersebut.

Namun warga Palestina hanya mampu mengungsi ke Selatan di Gaza karena Israel telah sepenuhnya menutup wilayah tersebut.

PBB sendiri telah mengumumkan 400 ribu warga Palestina telah mengungsi.***

 

Rekomendasi