

inNalar.com – Jawa Tengah punya desa wisata wayang Sidowarno yang sebenarnya gabungan dari dua desa yang menjadi satu.
Dua desa tersebut yakni dikenal dengan Desa Sidomulyo yang terletak di bagian selatan dan Desa Wonorejo yang terletak di bagian utara.
Setelah dijadikan satu, desa wisata tersebut dinamakanlah Desa Sidowarno yang namanya diambil dari nama depan kedua desa, yakni Sido dan Warno.
Sidowarno memiliki arti dari kata ‘sido’ yakni menjadi dan ‘warno’ yang mengartikan diwarnai, dari nama tersebutlah Desa Sidowarno kaya akan sosial dan budaya yang dapat menjadi pewarna desa tersebut.
Terletak di Kabupaten Klaten, Kecamatan Wonosari, Jawa Tengah yang memiliki luas 277,8 hektar, lebih tepatnya berlokasi di Dusun butuh.
Dikelilingi oleh aliran sungai menjadikan tampilan Desa Sidowarno sangat indah serta berdampingan dengan Budaya luhur yang masih terpatri dan terjaga kelestariannya.
Baca Juga: Hamas Serang Israel Lagi! Balas Dendam Usai Bikin Jalur Gaza di Palestina Jadi Neraka
Hal ini menjadikan wayang sebagai roh dan tonggak kehidupan dari Desa Sidowarno atau disebut Desa wayang.
Wayang kulit sendiri menjadi sebuah simbol budaya yang pada dulunya wayang masuk dalam 10 warisan budaya Indonesia yang diakui oleh Dunia.
Dilansir inNalar.com dari Disporapar Jateng, Desa wayang ini berhasil masuk kedalam 75 Desa Wisata Terbaik dalam sebuah Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) di tahun 2023 ini.
Desa ini tak hanya menjadikan wayang sebagai bentuk seni pertunjukkan, namun juga wayang kulit disini dapat dipelajari proses pembuatannya.
Masyarakat di desa wayang sebagian besar adalah seorang pengrajin wayang kulit yang keahliannya telah diwariskan secara turun temurun sejak tahun 1950-an.
Nantinya para pengunjung di Desa ini akan dikenalkan dengan proses pembuatan wayang kulit yang bernama tatah sungging, yakni memahat dan juga memberi pewarna pada objek pada wayang.
Desa wisata Sidowarno ini juga telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendukung diantaranya homestay, kamar mandi umum, area parkir yang luas serta sajian Hidangan Istimewa Kampung (HIK)
Jika para wisatawan ingin berkeliling desa, pengunjung dapat mencoba Ojek Transportasi (OTrans) dan nantinya wisatawan akan berkumpul di Joglo Omah Wayang, di kawasan Dukuh Butuh.
Nantinya pada pengelola setempat akan menyuguhkan minuman jamu gending dan juga makanan khas desa setempat.
Tak sampai disitu para wisatawan juga dapat menyaksikan secara langsung pertunjukkan tari, yakni Tari Punakawan. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi