

inNalar.com – Bengawan Solo merupakan sungai yang paling melegenda yang terdapat di tanah Jawa.
Sungai Bengawan Solo disebut sebagai sungai terpanjang yang ada di daratan pulau jawa yang mengalirkan air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan luas sekitar 16,100 kilometer persegi.
Aliran sungai mampu mengaliri dua provinsi yakni dimulai dari Pegunungan Sewu di sebelah barat sampai selatan Surakarta, ke laut Jawa di utara Surabaya, melalui jalur air yang memiliki panjang sekitar 600 kilometer.
Baca Juga: Klaim Profesi Terpandang, Petani Disebut Jadi ‘Anak Emas’ di Era Soeharto, Begini Fakta Kejutannya
Sungai Bengawan Solo ini melintasi beberapa daerah yang berada di Provinsi Jawa Tengah, yakni Wonogiri, Klaten, Karanganyar, Sukoharjo, Sragen, Boyolali, Rembang, Blora sampai Surakarta.
Selain itu, aliran sungai ini pun mengaliri Provinsi di jawa timur yakni Ngawi, Magetan, Ponorogo, Madiun, Pacitan, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik sampai Surabaya.
Dilansir inNalar.com dari laman situs Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, di Tahun 1880 untuk menghindari adanya sedimentasi di Pelabuhan Tanjung Perak, muara Sungai Bengawan Solo dialihkan dari Selat Madura ke Ujung Pangkah.
Demi keperluan irigasi, Pemerintah Belanda membangun Waduk Pacal pada tahun 1935 yang terletak di Kabupaten Bojonegoro serta Waduk Prijetan pada tahun 1916 yang terletak di Kabupaten Lamongan.
Hal ini dilakukan setelah banjir besar tahun 1966 menenggelamkan sebagian besar Kota Solo, dalam hal ini Pemerintah juga mulai menangani pembangunan infrastruktur sebagai pengendali banjir Bengawan Solo.
Pembangunan infrastruktur ini dibantu oleh teknis dari Pemerintah Jepang (OTCA) di tahun 1974, yang merumuskan Master Plan Pengembangan Wilayah Sungai Bengawan Solo.
Baca Juga: 7 Wilayah di Provinsi Jawa Tengah Ini Torehkan Jumlah Perceraian Paling Tinggi, Adakah Daerahmu?
Sementara itu, para penduduk sekitar meyakini jika sungai ini dulunya merupakan situs kehidupan manusia purba pada 2 juta tahun lalu.
Hal ini dibuktikan dengan adanya Sangiran yang terletak di kaki Gunung Lawu Jawa Tengah yang merupakan lembah sungai Bengawan Solo.
Sangiran sendiri merupakan situs bersejarah yang menyimpan berbagai peninggalan manusia purba yakni Meganthropus Paleojavanicus dan juga Homo Erectus.
Tak sampai disitu, jejak peninggalan purba pun banyak dijumpai di Sungai terpanjang ini yakni dengan jejak periode paleolitik yakni masa berburu tingkat sederhana, pre neolitik yakni zaman batu, neolitik yakni masa bercocok tanam.
Bengawan Solo juga banyak ditemui beberapa prasasti, tembikar, fosil dan peninggalan lainnya yang diyakini sebagai peninggalan pada zaman manusia purba.
Bengawan solo juga dulunya pernah menjadi tempat pendaratan di air atau dikenal sebagai water landing dari pesawat Garuda Boeing 737 rute Mataram – Yogyakarta.
Pada saat itu pesawat harus terpaksa melakukan water landing dikarenakan terjebak cuaca buruk saat melintasi kawasan Purwodadi.
Pendaratan tersebut dianggap sukses karena dibantu oleh pengetahuan pilot yang teleh mengikuti segala prosedur untuk dapat melakukan Water Landing.
Pesawat tersebut membawa 155 penumpang dan seluruhnya selamat. Namun, menewaskan satu pramugari yang duduk di ekor pesawat, diketahui ekor pesawat tersebut membentur batu sungai hingga merobek area tersebut.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi