

inNalar.com – Pada masa Orde Baru, atau tepatnya pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto, Indonesia pernah jadi negara paling berbahaya untuk ditempati para penjahat.
Sebab, pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto, operasi Petrus atau penembakan misterius dijalankan di negara kepulauan ini.
Operasi Petrus ini mulai dijalankan oleh Presiden Soeharto di Indonesia sejak tahun 1980-an.
Operasi penembakan misterius tersebut dijalankan dengan tujuan menanggulangi seluruh aksi kejahatan yang terjadi pada saat itu.
Diketahui pada zaman orde baru, tingkat kejahatan di Indonesia memang terkenal tinggi.
Sehingga, tanpa sepengetahuan publik, pemerintah melakukan aksi operasi penembakan misterius kepada para penjahat tersebut untuk menanggulanginya.
Dilansir dari YouTube Teknologi Populer, disebutkan bahwa aksi ‘Petrus’ tersebut dilakukan secara rahasia.
Mereka (yang diduga penjahat), bakal dihakimi, mulai dari disiksa, dibunuh di tempat, kemudian bakal dibuang mayat-mayatnya ke depan publik.
Tujuan pembuangan mayat di depan publik sendiri adalah untuk membuat para pelaku kejahatan yang masih hidup merasa jera.
Akhirnya, operasi yang berlangsung beberapa saat tersebut berhasil membuat tingkat kejahatn di Indonesia menurun.
Namun, operasi ‘Petrus’ yang dipelopori oleh Presiden Soeharto tersebut tidak diakui jika pelakunya adalah militer Indonesia.
Malahan, pemerintahan era Orde Baru membuat isu bahwa yang melakukan aksi tersebut dilakukan antar geng yang bertikai.
Seiring berjalannya waktu, akhirnya operasi ‘Petrus’ yang digencarkan di Indonesia pada masa itu terendus hingga ke dunia Internasional.
Sehingga aksi yang membuat 532 orang tewas akibat luka tembak pada tahun 1983 tersebut dikecam oleh pihak internasional, dan berakhir dihentikan.
Itulah informasi mengenai operasi ‘Petrus’ di zaman pemerintahan Presiden Soeharto, yang membuat para pelaku kejahatan ketakutan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi