

InNalar.com – Pada jaman sekarang ini, tentu hampir semua orang di Indonesia tak bisa lepas dari listrik maupun teknologi.
Namun berbeda dengan satu suku yang berada di Banten, sebab mereka menolak adanya kemajuan jaman, dan hidup masih memangku adat istiadat nenek moyang mereka.
Adapun yang dimaksud adalah Suku Baduy Dalam, yang bertempat tinggal di daerah Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten.
Baca Juga: Unjuk Keterampilan dalam Militer, Soeharto Sempat Bongkar Rahasia Dibalik Serangan Umum 1 Maret 1949
Menolak modernisasi, bahkan Suku Baduy Dalam juga selalu bepergian dengan jalan kaki, dan tidak menggunakan sandal.
Melansir dari kanal YouTube Gerald Vincent, bahkan Suku Baduy Dalam juga pernah mengajukan agar sinyal internet di daerah mereka dihapus, dan tidak diarahkan ke kampung mereka.
Sebab diketahui terdapat 2 pemancar yang memberikan sinyalke arah kampung Suku Baduy Dalam, yaitu di Cijahe dan yang berada di Sobang.
Agar lebih paham, sebenarnya Suku Baduy dibagi menjadi 2 jenis, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam.
Terdapat 2 perbedaan mendasar yang dapat digunakan orang-orang untuk membedakan kedua suku yang berada di Banten ini.
Bagi Suku Baduy Luar, mereka akan mengenakan pakaian biru tua atau yang berwarna serba hitam, sama halnya dengan warna ikat kepala yang mereka gunakan.
Adapun warna gelap tersebut, hal itu digunakan untuk menandakan jika mereka sudah tidak lagi suci, sebab sudah terpengaruh oleh budaya luar serta kemajuan teknologi.
Jadi jangan heran jika saat orang-orang bertemu suku Baduy, mereka ada yang mengenakan pakaian kaos oblong serta jeans.
Berbeda dengan Suku Baduy Dalam, mereka masih menjaga adat istiadat mereka, yang mana menolak kemajuan teknologi maupun listrik.
Dalam berpakaian, Suku Baduy Dalam ini akan mengenakan pakaian berwarna putih, yang mana menggunakan ikat kepala dengan warna yang sama pula.
Karena menolak modernisasi, kain yang digunakan dalam mereka berpakaian juga harus ditenun dan dijahit sendiri, dan dilarang menggunakan alat modern.
Ketambah mereka juga dilarang menggunakan barang elektronik dalam bentuk apapun, listrik, atau kemajuan adab dan jaman lainnya.
Ada pula peraturan lain jika rumah mereka harus diwajibkan menghadap ke utara atau selatan, kecuali untuk rumah ketua adat.
Meski menolak listrik dan kemajuan teknologi, namun bukan berarti suku Baduy dalam yang berada di Banten ini tertutup akan orang-orang luar.
Sebab orang dari luar suku Baduy dalam juga masih dapat berkunjung kemari, namun harus mengikuti beberapa syarat dan peraturan adat mereka.
Beberapa syaratnya adalah dilarang membawa barang elektronik, gitar, dan tentunya dilarang memfoto atau memvideo daerah mereka.
Jika terdapat orang yang melanggarnya, mereka akan diberi hukuman berupa sanksi adat dan semacamnya. ***